Teror Pembakaran Kantor Harian Pakuan Raya, PWI Bogor Desak Pengusutan Tuntas

0
Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi.

NARASITODAY.COM – Kantor media lokal Harian Pakuan Raya (PAKAR) menjadi sasaran aksi teror pembakaran pada Sabtu dini hari (28/12/2024).

Pelaku yang tidak dikenal melemparkan botol berisi bensin ke gedung tersebut, menyebabkan sebagian bangunan terbakar.

Kejadian ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Herman Indrabudi.

“Kami mengutuk keras aksi teror ini. Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, menangkap pelaku, dan membongkar dalangnya,” ujar Herman, yang akrab disapa Aldho, dalam keterangannya pada Sabtu siang.

Baca Juga :  Tujuh Hari Wafatnya Sekjen PWI, Doa Mengalir untuk Zulmansyah Sekedang

Aldho menegaskan bahwa tindakan teror seperti ini adalah bentuk intimidasi yang tidak dapat ditoleransi, terlebih di era keterbukaan informasi seperti sekarang.

PWI Kota Bogor, katanya, akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga terungkap siapa pelaku dan apa motifnya.

“Kami yakin polisi bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini. Tidak boleh ada lagi intimidasi, kekerasan, atau teror terhadap jurnalis, apalagi terkait dengan karya jurnalistik yang dilindungi undang-undang,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Ikut Sukseskan Aksi Penghijauan Bersama Menteri Kehutanan RI dan Gubernur Jawa Barat di Cisarua

Ketika ditanya apakah insiden ini terkait dengan pemberitaan di Harian Pakuan Raya, Aldho mengungkapkan bahwa pihak redaksi masih menyelidiki kemungkinan tersebut.

“Saya sudah menanyakan ke redaksi Pakuan Raya apakah ada kaitannya dengan pemberitaan. Saat ini mereka masih meneliti dan menunggu hasil penyelidikan polisi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aldho juga mengimbau kepada seluruh wartawan untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka yang penuh risiko.

Baca Juga :  Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari Dicanangkan Jadi Pasar Bersih

“Pekerjaan kita sering tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu. Tetaplah kritis sesuai kode etik jurnalistik, namun jangan lengah terhadap potensi ancaman,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Harian Pakuan Raya, David Rizar Nugroho, juga menyerukan agar polisi segera mengungkap kasus ini demi mencegah spekulasi liar di masyarakat.

“Kami konsisten memperjuangkan kebebasan pers yang merdeka dan independen. Ancaman seperti ini tidak akan menggentarkan kami untuk terus menyuarakan kebenaran,” tegas David.***