Ketua MPR Tinjau Peternakan Sapi Perah di Bogor, Dorong Program Makan Bergizi Gratis

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, melakukan kunjungan ke kawasan peternakan sapi perah di Kunak, Pamijahan, Bogor, pada Minggu (19/01).

NARASITODAY.COM– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, melakukan kunjungan ke kawasan peternakan sapi perah di Kunak, Pamijahan, Bogor, pada Minggu (19/01).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung pengelolaan susu sapi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya, Ahmad Muzani menilai bahwa kawasan peternakan di Kunak merupakan model peternakan sapi perah terpadu yang memiliki sejarah panjang, bahkan sejak era Presiden Soeharto.

Ia menekankan bahwa peternakan seperti ini bisa menjadi proyek percontohan untuk meningkatkan produksi susu di berbagai provinsi di Indonesia.

“Kunak dapat menjadi model bagi peternak sapi perah dalam mendukung proyek MBG. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan seperti ini dapat dikembangkan di daerah lain, seperti Lampung, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah, agar produksi susu tidak hanya bertumpu pada Jawa Barat,” jelas.

Baca Juga :  Ketua DPRD Rudy Susmanto Minta Pemkab Bogor Sinergi dengan Ahli, Tingkatkan Produktivitas Bidang Pertanian

Saat ini, Jawa Barat menyumbang sekitar 98 persen produksi susu nasional. Namun, dengan besarnya kebutuhan susu untuk program MBG, pemerintah perlu memperluas kawasan peternakan sapi perah di luar Jawa Barat.

Muzani juga mengungkapkan bahwa ketersediaan susu nasional masih belum mencukupi. Program MBG yang mendorong konsumsi susu memerlukan dukungan serius dari peternak dan pemerintah.

Ia meminta Kementerian Pertanian untuk memperkuat dukungan terhadap peternak sapi perah, baik dalam peningkatan jumlah sapi maupun produksinya.

“Kementan perlu mendorong peternak untuk meningkatkan jumlah sapi dan produksi susu. Saat ini harga susu per liter Rp9.000 sudah cukup bagus, tetapi tetap perlu ada peningkatan untuk mendukung kesejahteraan peternak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Bogor, Api Berawal dari Lantai Dua Rumah Warga

Selain itu, Muzani juga memuji langkah cepat Kementerian Pertanian dalam menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat melanda peternakan di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur. Upaya vaksinasi dan penanganan PMK terus dilakukan untuk memastikan kesehatan ternak.

Kawasan peternakan Kunak di Pamijahan kini memiliki 800 ekor sapi perah yang mampu memproduksi 4,5 ton susu per hari.

Abdul Safar, pengelola Kunak, menyebutkan bahwa peternakan ini telah memenuhi standar kualitas susu yang baik dan selama ini menjadi pemasok untuk perusahaan besar seperti Indofood dan Cimory.

“Kami siap mendukung program MBG dengan menjadi bagian dari distribusi susu. Saat ini, produksi per ekor sapi meningkat dari 10 liter menjadi 12 liter per hari. Dengan modernisasi sarana dan fasilitas, kami optimis akan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas susu,” ujar Abdul Safar.

Baca Juga :  Pendaftaran UTBK SNBT 2025 Dimulai, Ini Persyaratan dan Jadwal Lengkapnya

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan berupa vaksinasi dan penanganan PMK untuk menjaga kesehatan ternak. Modernisasi kawasan Kunak juga diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi peternakan sapi perah lainnya.

Program hilirisasi hasil susu di Kunak terus digalakkan. Muzani berharap peternakan ini mampu menjadi pilar utama dalam memenuhi kebutuhan susu nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Proses hilirisasi susu sapi perah harus terus ditingkatkan. Kawasan Kunak harus menjadi model integrasi peternakan yang sukses,” pungkas.(Man)