Pra-Musrenbang Kecamatan Dramaga Banyak Kades Berhalangan Hadir 

0
Sejumlah Kepala Desa Berhalangan Hadir Pada Rapat peting di Kecamatan Dramaga

NARASITODAY.COM – Dari sepuluh desa yang berada di Kecamatan Dramaga, hanya empat kepala desa yang hadir dalam kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang) tahun 2025 yang digelar di aula kantor Kecamatan Dramaga. Jum’at (24/01/2025).

Enam kepala desa lainnya tidak hadir dalam acara penting tersebut, meskipun kegiatan ini bertujuan untuk menyinkronkan dan menentukan program prioritas pembangunan.

Kepala Desa Dramaga, Yayat Supriyatna, menyebutkan bahwa meskipun sebagian kepala desa tidak hadir, usulan dari masing-masing desa sudah tercantum dalam draf yang telah disiapkan sebelumnya.

“Draf usulan ini merupakan hasil kebutuhan dari desa masing-masing. Walaupun kepala desa tidak hadir, mereka merasa bahwa usulan mereka sudah tercakup dalam Musrenbang. Selain itu, desa juga telah menginput data ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di desa masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Menparekraf Dorong Kolaborasi dengan APJI untuk Majukan Gastronomi Nusantara

Namun, ketidakhadiran mayoritas kepala desa ini menjadi sorotan, mengingat pentingnya agenda Pra-Musrenbang sebagai wadah untuk menyinkronkan data dan menentukan kebutuhan prioritas yang sesuai dengan kondisi desa.

Camat Dramaga, Atep, menyatakan bahwa pihaknya telah mengundang seluruh kepala desa di Kecamatan Dramaga, termasuk pemangku kepentingan seperti guru Himpaudi, untuk menghadiri kegiatan ini.

Baca Juga :  Rumah Warga di Ciherang Terancam Ambruk, Pemkab Bogor Siapkan Penanganan di Bantaran Ciapus

Ia menegaskan bahwa Pra-Musrenbang adalah momen strategis untuk menyelaraskan program prioritas desa dengan kebijakan kecamatan agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Ketika terjadi perbedaan data usulan, sangat diperlukan sinkronisasi. Melalui Pra-Musrenbang, kami membahas program-program prioritas yang menjadi kebutuhan desa. Jika ada usulan yang belum masuk dalam Musrenbang Kecamatan, desa masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan,” terangnya.

Atep juga menyebut bahwa ketidakhadiran sejumlah kepala desa tidak sepenuhnya tanpa alasan. Beberapa kepala desa mengajukan izin, dan ada pula yang berhalangan karena sakit.

“Kepala desa yang tidak hadir di Pra Musrembang mereka ada yang izin diwakili dan ada juga Kepala Desa yang sakit. Saya percaya di Musrembang nanti mereka bisa hadir semuanya karena Musrembang sangat penting,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Terapkan Penutupan Total Jalur Tegar Beriman Pada CFD Minggu Esok

Dalam pembahasan Pra-Musrenbang Kecamatan Dramaga, kebutuhan prioritas yang diusulkan masih didominasi oleh bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Camat Atep berharap melalui proses ini, pembangunan di Kecamatan Dramaga menjadi lebih terarah, terukur, dan terpadu sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pra-Musrenbang, menurut Atep, menjadi langkah awal penting untuk memastikan bahwa semua usulan yang diajukan dapat diakomodasi secara optimal dalam Musrenbang kecamatan mendatang.