Teater Populer Kembali dengan Karya Klasik Putu Wijaya, Dag Dig Dug

0
Teater Populer Kembali dengan Karya Klasik Putu Wijaya, Dag Dig Dug

NARASITODAY.COM Kelompok Teater Populer kembali tampil dengan naskah karya Putu Wijaya berjudul Dag Dig Dug. Disutradarai oleh aktor senior Slamet Rahardjo, pementasan ini diselenggarakan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan AP Production.

Selain berperan sebagai sutradara, Slamet Rahardjo juga mengambil peran dalam teater ini. Yang menarik, ia tampil bersama aktris senior Niniek L. Karim sebagai pasangan Bapak Salamun dan Ibu Hartati.

Keduanya sebelumnya pernah berkolaborasi dalam lakon yang sama yang dipentaskan oleh Teater Populer pada tahun 1977 di Taman Ismail Marzuki. Saat itu, Niniek dan Slamet masih berusia 28 tahun, dan kini mereka kembali tampil dalam lakon yang sama setelah 48 tahun berlalu.

“Saya menerima tantangan akting ini, bukan hanya karena naskahnya menarik, tetapi juga sebagai penghormatan kepada Teguh Karya, pendiri Teater Populer. Tanpa beliau, saya tidak akan menjadi seperti sekarang,” kata Niniek L. Karim dalam konferensi pers di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/1).

Baca Juga :  Wabah Flu Meningkat Drastis, Rumah Sakit di Amerika Mulai Sesak dan Peringatan Keras Dikeluarkan

Dalam perannya di Dag Dig Dug, Slamet Rahardjo merasa seolah kembali ke rumah. “Teater adalah rumah bagi saya, dan pementasan ini membawa saya kembali ke tempat saya berasal. Dag Dig Dug menampilkan berbagai situasi yang mengajak penikmatnya untuk merenung, tertawa getir, serta menghadapi kekacauan dalam diri manusia dan sekitarnya,” ujar Slamet.

Niniek L. Karim menyebutkan bahwa lakon Dag Dig Dug merupakan refleksi bahwa masyarakat harus selalu waspada terhadap kondisi saat ini. “Saya sangat senang karena kami bisa mengekspresikan realitas yang ada saat ini. Menurut saya, Dag Dig Dug adalah refleksi dari kondisi masyarakat yang ada. Kita harus tetap waspada,” tuturnya.

Baca Juga :  Bersihkan Kulkas Anda dengan 5 Cara Praktis dan Aman, Dijamin Anti Ribet

Secara ringkas, lakon Dag Dig Dug bercerita tentang sepasang suami-istri lanjut usia yang mengelola indekos di rumah besar mereka. Masalah muncul ketika mereka menerima telegram tentang kematian salah satu mahasiswa yang pernah tinggal di sana, Chaerul Umam, akibat kecelakaan di jalan.

Mereka merasa terpukul dengan berita kematian Chaerul Umam tetapi berpura-pura mengenalnya dengan baik. Konflik terjadi ketika dua utusan datang dengan uang santunan yang jumlahnya tidak sesuai dengan tanda terima.

Selain itu, keributan kecil antara mereka dan orang-orang di sekitar menciptakan dinamika yang manis, ditambah dengan karakter pembantu rumah tangga Cokro yang selalu ditindas oleh majikannya.

Baca Juga :  Suriname Bersiap Menjadi Salah Satu Ekonomi dengan Pertumbuhan Tercepat Dunia Tahun 2028

Pementasan ini juga melibatkan Reza Rahadian, Donny Damara, Jose Rizal Manua, Kiki Narendra, dan Onkar Sadawira. Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, menyatakan bahwa Teater Populer merupakan tonggak penting dalam sejarah seni pertunjukan di Indonesia.

Teater Populer adalah tonggak sejarah. Pementasan kembali lakon ini oleh Teater Populer sekaligus merayakan karya Putu Wijaya yang tidak hanya menghibur tetapi juga menggugah pemikiran serta perasaan penonton,” jelas Renitasari.

Pentas Dag Dig Dug ini diproduseri oleh Paquita Wijaya dan Samuel Wattimena, dengan co-produser Taba Sanchabakhtiar. Dag Dig Dug dijadwalkan akan dipentaskan pada Sabtu (25/1) dan Minggu (26/1) pukul 19.00 WIB di Teater Salihara, Jakarta Selatan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel