Mengerikan! Ibu Dua Anak Dimutilasi di Kamar Hotel, Pelaku Ditangkap

0
Mengerikan! Ibu Dua Anak Dimutilasi di Kamar Hotel, Pelaku Ditangkap

NARASITODAY.COM – Diduga korban mutilasi Uswatun Khasanah dari Ngawi, Jawa Timur, dieksekusi di sebuah kamar hotel di Kediri, Jawa Timur. Ibu dua anak tersebut diduga dibunuh oleh kekasihnya di Kamar 301 hotel tersebut. Pada Minggu (26/1/2025), lokasi hotel di Kediri itu sudah dipenuhi oleh aparat kepolisian.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejak pagi, pihak kepolisian telah melakukan sterilisasi area. Korban dilaporkan sempat menginap di kamar 301 hotel tersebut, yang memiliki akses langsung ke area luar.

Satpam hotel, Irfan, menyatakan bahwa mobil Inafis dari kepolisian telah tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Ada dua petugas yang datang dan memasang garis polisi,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen hotel belum memberikan keterangan lebih lanjut dan menyatakan akan menunggu perkembangan dari pihak kepolisian. Sebelumnya, polisi telah mengamankan pelaku pembunuhan dan mutilasi terhadap Uswatun Khasanah, warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

“Alhamdulillah, pelaku mutilasi berhasil kami tangkap tadi malam sekitar jam 24.00 WIB,” kata Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman saat dikonfirmasi pada Minggu (26/1/2025).

Baca Juga :  Reses II Tahun 2025-2026, DPRD Kabupaten Bogor Dengar Keluhan dan Harapan Warga Jasinga

Warga Ngawi sebelumnya digegerkan dengan penemuan jasad wanita yang dibungkus bubble wrap seperti barang belanjaan online. Pada Kamis (23/1/2025) pagi, warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi merasa heran melihat bungkusan bubble wrap besar berwarna hitam yang dibuang di pinggir jalan. Setelah dibuka, ditemukan koper berwarna merah jambu di dalamnya.

Betapa terkejutnya warga ketika melihat isi koper tersebut. Kepala Desa Dadapan Andik Bangga Satria Rama menjelaskan bahwa awalnya ada warga yang melintas dan curiga melihat paket besar berwarna hitam.

“Merasa penasaran akhirnya coba didekati. Sempat dipegang kok berat jadi ragu-ragu, akhirnya dibuka paket hitam plastik itu,” ujarnya.

Andik mengungkapkan bahwa ketika paket dibuka, ternyata berisi sebuah koper merah. Saat mencoba mengintip sedikit, terlihat berbagai benda mulai dari selimut putih hingga tubuh manusia. Warga kemudian melaporkannya ke perangkat desa dan diteruskan ke polisi.

“Ada selimut agak putih, sepatu wanita dan sekilas bentuk tubuh tapi tidak lama ditutup kembali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Dituntut Tingkatkan Detail Layanan Bus Listrik dengan Pembangunan Halte Stratejik

Polsek Kendal yang menerima laporan segera datang ke TKP untuk melakukan identifikasi bersama Tim Inafis Polres Ngawi dan membuka koper sepenuhnya. “Dugaannya jasad perempuan. Kondisi baru kelihatan setengah badan, posisi tengkurap miring. Setelah itu dibawa ke Rumah Sakit,” tuturnya.

Dokter Puskesmas Kendal Dr. Ririn Pancawinanti menambahkan bahwa pihaknya datang bersama kepolisian untuk memastikan isi koper ternyata jasad manusia. “Kemungkinan besar perempuan. Kelihatan bagian bahu yang mengarah perempuan. Usia dewasa sepertinya,” tegasnya.

Untuk mengetahui secara pasti, polisi membawa penemuan tersebut ke RSUD Dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan otopsi. Setelah penemuan jasad dalam koper tersebut, identitas korban mutilasi terungkap sebagai Uswatun Hasanah (29), warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Sosoknya dikenal dengan panggilan Ana dan selama ini bekerja sebagai pemadu lagu yang sering berpindah lokasi sesuai permintaan klien. “Dia tidak menetap di satu tempat. Pindah-pindah di sejumlah tempat,” ujar seorang sumber.

Baca Juga :  5 Lokasi Wisata di Banda Neira untuk Menikmati Keindahan Alam yang Spektakuler

Ana tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Panglima Sudirman, kawasan Kelurahan Kenayan, Tulungagung. Menurut Aan, penjaga kos, Ana terakhir ada di kamar kosnya pada Minggu (19/1/2025) sebelum pergi menggunakan mobil Suzuki Ertiga warna putih miliknya.

“Mobil itu masih kredit. Setelah itu belum pulang lagi,” tambah Aan. Ana tinggal di salah satu kamar lantai bawah dengan tarif sewa Rp 1.200.000 per bulan dan selama ini tidak ada teman yang datang mengunjunginya.

Polisi telah memeriksa kamar Ana setelah jenazahnya ditemukan di Ngawi meskipun tidak ada garis polisi yang terpasang. Ana diketahui pernah menikah tiga kali pernikahan pertamanya dengan orang Blitar dan pernikahan kedua dengan orang Lumajang.

Ana terakhir mengunggah foto dirinya berbaju merah di akun media sosial TikTok-nya tujuh hari lalu dan terlihat sangat mencintai sosok bernama Nopa melalui beberapa unggahan yang menunjukkan ungkapan sayang kepada Nopa serta dua foto anaknya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel