NARASITODAY.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan rencananya untuk menahan 30.000 ‘imigran gelap kriminal’ di penjara militer Teluk Guantanamo yang terkenal. Lokasi ini telah digunakan untuk menahan tersangka terorisme sejak serangan 9/11.
Dilansir dari AFP, Kamis (30/1/2025), Trump mengumumkan rencana mengejutkan ini pada Rabu (28/1) waktu setempat, saat ia menandatangani undang-undang yang memungkinkan penahanan praperadilan bagi migran tidak berdokumen yang didakwa dengan pencurian dan kejahatan kekerasan yang diberi nama sesuai dengan seorang mahasiswa AS yang dibunuh oleh seorang imigran Venezuela.
Ia menyatakan bahwa ia telah menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Pentagon dan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk “mulai mempersiapkan fasilitas migran berkapasitas 30.000 orang di Teluk Guantanamo,” kata Trump di Gedung Putih.
“Kami memiliki 30.000 tempat tidur di Guantanamo untuk menahan para imigran ilegal kriminal terburuk yang mengancam rakyat Amerika. Beberapa dari mereka sangat jahat sehingga kami bahkan tidak mempercayai negara-negara untuk menahan mereka, karena kami tidak ingin mereka kembali,” tegas Trump.
Politisi dari Partai Republik itu menyatakan bahwa langkah ini akan “menggandakan kapasitas kami segera” untuk menahan para migran ilegal, di tengah tindakan keras besar-besaran yang dijanjikannya di awal masa jabatan keduanya.
Menyebut Guantanamo sebagai “tempat yang sulit untuk keluar,” Trump menambahkan bahwa langkah-langkah yang diumumkan pada hari Rabu akan “membawa kita selangkah lebih dekat untuk memberantas kejahatan migran di komunitas kita untuk selamanya.”
Trump juga menjamu orang tua Laken Riley, mahasiswa keperawatan AS berusia 22 tahun yang dibunuh dan namanya tercantum dalam undang-undang kejahatan migran yang baru, di Gedung Putih untuk upacara tersebut.
“Kami akan menjaga kenangan Laken tetap hidup dihati kami selamanya,” kata Trump.
“Dengan tindakan hari ini, namanya juga akan hidup selamanya dalam hukum negara kita, dan ini adalah hukum yang sangat penting.”tutupnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel













