Apdesi Minta Mobil di Tengah Efesiensi, PC SEMMI: Tidak Tau malu dan Tidak Punya Pikiran

0
Ketua PC SEMMI Kabupaten Bogor, Imam Rahmat Eriansyah

NARASITODAY.COM – Pengurus Cabang,Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Kabupaten Bogor, memberikan komentar menohok soal permintaan mobil operasional desa yang disampaikan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor, Azis Anwar.

Ketua PC SEMMI Kabupaten Bogor, Imam Rahmat Eriansyah menyampaikan, Apdesi seperti tidak memiliki rasa malu kepada masyarakat saat meminta mobil di tengah kisruh efesiensi.

“Banyak masyarakat yang terdampak efesiensi, ini ketua dari kepala desa malah seperti tidak punya malu meminta mobil operasional. Elus dada saya, sungguh sikap yang tak memiliki rasa empati,” kata dia, Ahad 16 Februari 2025.

Baca Juga :  Polres Tanjung Priok Tangkap Pria Cabuli Tiga Anak di Semak-semak

Ia menyebut, Abdul Azis harusnya berpikir terlebih dahulu sebelum berkata. Sebab, Kepala Desa merupakan pejabat publik yang harus benar-benar menjaga mulut dan perilakunya.

“Ini gambaran bagaimana Apdesi tidak memikirkan kondisi masyarakat saat ini. Banyak masyarakat yang di-PHK, hingga kerjaan mereka, ini malah minta mobil. Itu apa sebetulnya yang dia pikirkan,” jelas dia.

Baca Juga :  Pasca Debat Perdana Pilbup Purwakarta, Elektabilitas Paslon Yadi - Pipi Melonjak Naik

Imam mendesak, Azis Anwar meminta maaf kepada masyarakat atas ucapan yang meminta mobil operasional desa itu. Sebab, kata dia, masyarakat hari ini lebih membutuhkan kebutuhan pokok mereka tercukupi dan ekonomi mereka stabil.

Baca Juga :  Dendeng Ragi, Hidangan Khas Jawa Timur yang Lezat dan Cocok untuk Stok Lauk

“Kalau masyarakatnya ekonomi dan kebutuhan pokonya sudah terpenuhi dengan ide dan program yang diberikan desa, baru Kades boleh berpikir hal yang non substantif lainnya seperti pengadaan mobil. Lihat dulu rakyat, jangan memikirkan nafsu terus,” jelasnya.

“Kita minta Abdul Azis mengoreksi ucapannya. Malu dong, di tempat Prabowo tinggal, masih ada pejabat publik yang seperti ini, miris,” tutupnya.