Bey Machmudin: Efisiensi Anggaran Jangan Ganggu Pelayanan Publik

0
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan harga pangan jelang Ramadhan tidak terpengaruh oleh progam efisiensi anggaran
Pejabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan harga pangan jelang Ramadhan tidak terpengaruh program efisiensi anggaran

Bandung, Narasitoday.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, menekankan efisiensi anggaran tak boleh mengganggu indikator kinerja utama (IKU) perangkat daerah, apalagi sampai menghambat pelayanan publik.

“Saya ingin ingatkan jadi walaupun fokus saat ini adalah efisiensi ataupun relokasi tapi jangan ditinggalkan tugas-tugas rutin,” kata Bey Machmudin saat rapat tindak lanjut terkait efisiensi APBD 2025, di kantor Bappeda Jabar, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung  Senin (17/2/2025).

Bey memastikan menjelang bulan Ramadhan ini, harga pangan di Jawa Barat tidak berpengaruhi terhadap efisiensi anggaran yang dilakukan. Baik oleh pemerintah daerah dan pusat.

Baca Juga :  Konflik Israel-Hamas Memanas, Kapal Bantuan dengan Greta Thunberg Ditahan di Laut

“Apalagi sekarang menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, harga kebutuhan pokok, pangan, jangan sampai stok di lapangan tidak ada, bahkan harga tinggi,” sambung Bey.

Sampai saat ini Pemda Provinsi Jabar masih terus mematangkan detail dan poin -poin  efisiensi pada APBD 2025 sesuai arahan Pusat.

“Perlu diperhatikan betul jangan sampai efisiensi ini ada pelayanan kepada masyarakat berkurang itu tidak boleh,” katanya.

Selain itu Bey mendorong seluruh ASN untuk dapat bekinerja maksimal. Sehingga setiap pemangku kebijakan di perangkat daerah tak selalu berprinsip untuk merekrut tenaga ahli untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan.

Baca Juga :  Jelang Ramadan Idul Fitri, Bey Minta TPID Bekerja Lebih Efektif

Hal ini sejalan dengan topik yang tengah hangat diperbincangkan di tengah masyarakat bahwa setelah dilantik, kepala daerah terpilih dilarang mengangkat tenaga ahli maupun staf khusus (stafsus).

Hal itu diberlakukan juga terkait dengan efisiensi anggaran di pemerintahan daerah. Selain itu juga terkait dengan mencegah pengangkatan pegawai yang didasarkan pada kepentingan politik.

Sementara bagi tenaga kerja non – ASN yang sudah lama bekerja di perangkat daerah, akan terus ditata secara bertahap dengan integerasi antara perangkat daerah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), hingga Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Baca Juga :  Pj Gubernur Jabar Ketar Ketir Namanya Muncul di Film Dirty Vote

“Intinya adalah pertama optimalkan ASN. Bila perlu dilakukan transfer pengetahuan, didik juga teman-teman ASN,” ucapnya.

“Sebetulnya para ASN muda kita kemampuan ada, tinggal diberikan kesempatan,” sambungnya.

Sementara soal belanja kendaraan dinas di APBD 2025, Bey mengembalikan lagi kepada kebutuhan. “Kalau masih bagus jangan beli lagi, kalau sudah sering mogok, apalagi dipakai untuk ke daerah-daerah ya lebih baik beli lagi sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Efisiensi ini sesuai kebutuhan jangan sampai yang memang diperlukan diefisiensikan tapi menghambat kinerja Pemda Provinsi Jawa Barat,”pungkasnya.

Penulis : Ilham