Belajar Ketahanan Pangan dan Kearifan Lokal, Kokaga Touring ke Baduy

0
Belajar Ketahanan Pangan dan Kearifan Lokal, Kokaga Touring ke Baduy

NARASITODAY.COMBelajar ketahan pangan dan kearifan lokal, Komunitas Kades Gaul se Kabupaten Bogor (Kokaga) Saba Baduy touring Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (22/2).

Dengan mengunakan motor operasional, rombongan Kepala Desa se Kabupaten Bogor memulai star di halaman kantor Kecamatan Jasinga dan finis di Kampung Ciboleger. Kokaga Saba Baduy 2025 ini serta juga Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengcab Kabupaten Bogor.

Sesampainya di Kampung Ciboleger, rombongan para Kepala Desa menyapa warga Baduy luar, dan disambut Kepala Desa Kanekes Jaro Oom.

Di rumah Kepala Desa Kanekes, Kokaga berdiskusi seluk-beluk Baduy, hingga belajar menenun kain menggunakan alat tradisional yang menjadi suatu rutinitas kaum Baduy.

Disambut Jaro Oom, Kokaga berdiskusi tentang kebudayaan dan ketahanan pangan yang selama ini masih tetap dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Baduy.

Baca Juga :  Wabup Bogor Bantah Intervensi SHGB PT BSS, Pastikan Hak Petani Lokal Tetap Dilindungi

Termasuk, alasan Masyarakat Baduy memilih membangun desa secara mandiri dan menolak bantuan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat.

Ketua Panitia Touring Kokaga Saba Baduy, Sukardi mengungkapkan touring Kokaga Saba Baduy 2025 yang diikuti oleh seluruh jajaran DPK Apdesi dan rekan kepala desa.

Touring Saba budaya dengan tema “Kades Kompak Budaya Kuat Pangan Berdaulat” kegiatan ini menjadikan wahana study edukasi literasi ketahanan pangan dan program kampung iklim (proklim).

“Selain silahturahmi dan menjalin kekompakan antar kepala desa Kabupaten Bogor, study edukasi banyak hikmahnya yang bisa dipetik. Diantaranya bisa belajar dari kearifan lokal suku Baduy, study tiru mekanisme ketahanan pangan dan berkebun yang dilaksanakan dikawasan Baduy, kita juga melihat langsung tempat penyimpanan hasil panen (leuit),” ujar Sukardi yang merupakan Kepala Desa Petir, Kecamatan Dramaga.

Kepala Desa Petir, Sukardi mengungkapkan tidak hanya belajar ketahan pangan banyak hal yang dipetik ketika Kokaga Saba Budaya. Kokaga berdiskusi dengan Kepala Desa Kanekes diantaranya tentang seluk-beluk Baduy dalam dan Baduy luar.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi Kesiapan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Bogor

Ia menjelaskan suku Baduy ini merupakan sekelompok masyarakat yang memegang teguh dengan kearifan lokal. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Baduy menjual hasil panen palawija, buah-buahan, dan gula aren.

Mata pencaharian utama Suku Baduy adalah bertani di lahan kering atau ngahuma dan berdagang. Mereka kemudian bagaimana cara penyimpanan padi di leuit (lumbung padi) sehingga kebutuhan masyarakat Baduy tetap terpenuhi.

Terpenting bagimana Lembaga adat Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten, menolak bantuan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat. Masyarakat Baduy memilih membangun desa secara mandiri.

“Wahana study edukasi literasi ketahanan pangan dan proklim di Desa Kanekes Baduy, diharapkan bisa menjadi literasi bagi kepala Desa dalam melaksanakan program ketahanan pangan di desanya masing-masing,” ujar Pria yang biasa disapa Karpet.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bogor dan DPRD Sepakati  Raperda dan Perda Baru

Ketua Umum IMI Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom mengungkapkan
Pengcab IMI di undangan dan diajak oleh Apdesi Kabupaten Bogor untuk Saba budaya ke Kabupaten Lebak .

Dimana Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak alamnya masih lestari, ketahanannya pangan luar biasa dan kebudayaan masih dijaga.

Diri juga mengapresiasi Apdesi yang sudah mengajak IMI Kabupaten Bogor Saba budaya ke Baduy. Tentunya kegiatan yang positif dan menambah wawasan bagi para kepala desa bisa di adopsi di Kabupaten Bogor.

Sebelum berangkat, IMI mengingat ke Kepala Desa saat touring untuk disipilin berlalulintas dan mengunakan kelengkapan berlalulintas.

“Ini yang membuat motifasi teman-teman para kepala Desa untuk mencoba mengadopsi terkait dengan ketahanan, swadaya pangan sehingga bisa diadopsi di Kabupaten Bogor,” tukasnya.