Demo Mahasiswa di Bogor Berujung Ricuh, Polisi Diserang Molotov dan Petasan

0
Demo Mahasiswa di Bogor Berujung Ricuh, Polisi Diserang Molotov dan Petasan

NARASITODAY.COM – Kericuhan pecah di tengah aksi demo mahasiswa yang tak berizin di Kota Bogor, Jawa Barat. Aksi yang berlangsung pada Jumat (28/3/2025) sore ini berujung bentrokan dengan aparat kepolisian, setelah para pendemo menyerang dengan petasan hingga bom molotov. Bahkan, lapak pedagang di sekitar lokasi ikut menjadi korban amukan massa.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo mengungkapkan bahwa awalnya para pendemo menutup jalan sebelum akhirnya melakukan tindakan anarkis.

“Aksi ini berawal dari pendemo yang menutup jalan, melempar bom molotov ke arah petugas dan membakar water barier,” ujar Kombes Eko Prasetyo kepada wartawan, Kamis (27/3/2025).

Situasi sempat mereda ketika para pendemo terlihat hendak membubarkan diri. Namun, tak lama kemudian, mereka kembali dengan membawa petasan dan bom molotov. Dalam rekaman video yang diunggah oleh Polresta Bogor Kota, tampak serangan diarahkan langsung kepada aparat kepolisian.

Baca Juga :  Cegah Asam Urat di Usia Muda dengan Menjauhi 5 Penyebab Berikut

“Setelah akan membubarkan diri, para mahasiswa pendemo kembali untuk menyerang petugas menggunakan kembang api dan diarahkan ke badan petugas,” jelasnya.

Aksi anarkis yang terjadi di bulan suci Ramadan ini mendapat respons tegas dari aparat gabungan Polresta Bogor Kota, Kodim 0606 Kota Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor. Sebanyak 13 orang yang diduga terlibat diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dalam aksi pembubaran tersebut, petugas keamanan mengamankan 13 orang yang diduga terlibat dalam aksi anarki,” tutur Kombes Eko Prasetyo. Ia bersama Dandim 0606 Kota Bogor, Letkol Inf Dwi Agung Prihanto, turun langsung ke lapangan untuk menangani situasi.

Baca Juga :  Bupati Bogor Janji Kawasan Rancabungur Jadi Kompleks Olahraga Terbesar di Dunia

Saat melakukan penggeledahan terhadap para pendemo yang diamankan, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video chaos, batu, sisa petasan kembang api, serta pecahan molotov.

Demonstrasi ini juga diketahui tidak memiliki surat pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian dan diduga melibatkan kelompok anarko yang kerap mengganggu ketertiban umum.

“Dalam aksi tersebut, para demonstran membakar beberapa water barier milik Dinas Perhubungan Kota Bogor dan para pelaku anarki tersebut melempar bom molotov dan kembang api yang langsung diarahkan kepada para petugas,” tegasnya.

Baca Juga :  Kuba Dikabarkan Memiliki Lebih dari 300 Drone Militer dan Rencana Serangan terhadap Basis AS di Teluk Guantanamo

Tak hanya menyerang petugas, massa juga merusak warung pedagang yang berada di sekitar lokasi kejadian. Merespons keluhan para pedagang yang mengalami kerugian, Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo langsung turun tangan memberikan ganti rugi.

“Sekarang kerugian bapak berapa? Empat ratus? Bapak, tiga setengah. Oke ini saya ganti semuanya, nggak usah khawatir. Mulai jualan lagi besok,” katanya.

Aksi demo yang awalnya berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi justru berakhir dengan kericuhan, meninggalkan dampak bagi masyarakat sekitar. Pihak kepolisian terus mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kota.***