Resep Selat Usar: Nikmati Cita Rasa Salad Khas yang Disukai Kartini

0
Ilustrasi salad khas Keraton

NARASITODAY.COM – Selat Usar, sebuah hidangan salad khas Keraton Yogyakarta, bukan hanya menggoda selera, tetapi juga membawa cerita sejarah yang mendalam. Salad yang kaya rasa ini pertama kali diperkenalkan oleh Sultan Hamengkubuwono VIII dan merupakan adaptasi dari salad Belanda, huzarensla.

Dengan perpaduan rasa yang unik dan tampilan yang memikat, Selat Usar menjadi salah satu hidangan favorit yang disukai oleh R.A. Kartini, tokoh perempuan Indonesia yang ikonik.

Bahan-Bahan:

  • 250 gram mentimun

  • 2 buah apel

  • 150 gram wortel

  • 150 gram buncis

  • 1 buah nanas

  • 6 butir telur (rebus)

  • Daun selada secukupnya

  • Keju parut secukupnya

Baca Juga :  Swiatek Tampil Perkasa, Siap Hadapi Anisimova dalam Final Wimbledon 2025

Bahan Saus:

  • 100 gram margarin

  • 250 gram mayones

  • Garam secukupnya

  • 2 sdm gula pasir

  • 1 sdm cuka

  • ½ sdt pala bubuk

  • ½ sdt merica bubuk

Cara Membuat:

  1. Mulailah dengan mencuci bersih semua bahan, lalu potong dadu kecil untuk mentimun, apel, nanas, dan wortel.

  2. Rebus wortel dan buncis hingga matang, kemudian tiriskan.

  3. Rebus telur hingga matang. Ambil kuning telur dan haluskan, sementara putih telur dipotong dadu.

  4. Untuk membuat saus, kocok margarin hingga halus, lalu campurkan dengan mayones. Tambahkan kuning telur yang sudah dihaluskan, garam, gula, cuka, pala, dan merica. Aduk rata hingga tercampur sempurna.

  5. Campurkan semua sayur dan buah dengan saus hingga rata, pastikan semua bahan terbalut saus dengan baik.

  6. Tata daun selada di piring saji sebagai alas, lalu letakkan campuran Selat Usar di atasnya. Terakhir, taburi dengan keju parut untuk sentuhan akhir.

Baca Juga :  Lapangan Kerja Meluas Seiring Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025

Selat Usar bukan sekadar hidangan salad biasa. Dengan kombinasi sayuran segar, buah, dan saus mayones yang kaya, hidangan ini menggambarkan kekayaan kuliner Yogyakarta yang sarat dengan sejarah.

Rasanya yang manis, gurih, dan sedikit asam memberikan sensasi unik yang sulit untuk dilupakan, dan menjadikannya pilihan yang sempurna untuk disajikan dalam berbagai kesempatan. Sebuah sajian dengan cita rasa yang menghormati tradisi, namun tetap relevan di masa kini.***

Baca Juga :  5 Fakta Bletchley Park, Tempat Lahirnya Revolusi Komputasi Modern