NARASITODAY.COM – Atmosfer kebahagiaan di Vila Belmiro, markas Santos FC, usai kemenangan 2-0 atas Atletico-MG pada Rabu (16/4/2025) waktu setempat, terasa pahit bagi satu sosok. Neymar, bintang lapangan hijau yang kembali berseragam Santos, harus meninggalkan arena pertandingan lebih cepat dari yang diharapkan.
Bukan karena kartu merah atau keputusan taktis, melainkan karena momok lama yang kembali menghantuinya: cedera. Air mata pun tak kuasa dibendung oleh pemain berusia 33 tahun itu, menambah pilu bagi para penggemar yang merindukan magisnya di lapangan.
Dalam laga tengah pekan tersebut, Neymar dipercaya tampil sebagai starter, sebuah penantian yang telah lama dinanti setelah ia kembali ke klub masa kecilnya. Namun, baru 34 menit berjalan, raut wajahnya menunjukkan ketidaknyamanan pada paha kirinya.
Ingatan akan cedera serupa yang dialaminya di Campeonato Paulista, yang membuatnya absen selama enam pekan, tentu kembali menghantui. Riwayat cedera di bagian tubuh yang sama menambah kekhawatiran akan potensi masalah yang lebih serius.
Tanpa ragu, Neymar memberikan isyarat kepada bangku cadangan, meminta untuk segera digantikan. Ia terduduk di atas lapangan, menahan rasa sakit dan kekecewaan yang bercampur aduk. Saat meninggalkan lapangan dengan bantuan tim medis, pemandangan yang menyayat hati tersaji.
Air mata Neymar mengalir deras, sebuah ekspresi frustrasi dan kesedihan yang mendalam. Simpati pun datang dari berbagai penjuru. Rekan setim dan bahkan para pemain lawan tampak memberikan dukungan dan hiburan, menyadari betapa beratnya cobaan yang kembali menimpa sang bintang.
“Pada saat sudah berada di bench, ia langsung mendapatkan perawatan dengan ice pack ditempelkan ke pahanya yang cedera,” lapor ESPN, menggambarkan penanganan awal yang diberikan kepada Neymar. Ironisnya, laga melawan Atletico-MG ini menjadi penampilan perdananya sebagai starter sejak pulih dari cedera sebelumnya.
Pada akhir pekan lalu, ia sempat mencicipi kembali atmosfer pertandingan dengan masuk sebagai pemain pengganti melawan Fluminense, sebuah langkah awal yang penuh harapan kini harus kembali tertunda.
Cedera pada paha kiri ini menambah panjang daftar absensi Neymar akibat masalah fisik. Sebelumnya, ia juga terpaksa absen membela tim nasional Brasil dalam laga krusial kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Kolombia dan Argentina pada bulan lalu.
Bahkan, Seleção belum pernah lagi diperkuat oleh megabintangnya tersebut sejak Oktober 2023, ketika cedera ACL parah pada lutut kirinya membuatnya menepi dari lapangan hijau untuk waktu yang lama.
Kembalinya Neymar ke Santos diharapkan menjadi babak baru yang penuh kejayaan, namun takdir tampaknya sedang menguji kesabaran dan ketahanan fisiknya. Air mata di lapangan Vila Belmiro menjadi simbol perjuangan seorang pemain yang ingin memberikan yang terbaik bagi klub dan negaranya, namun terus dihantui oleh cedera.
Para penggemar Santos dan sepak bola Brasil hanya bisa berharap cedera kali ini tidak terlalu dan Neymar dapat segera kembali merumput, menghadirkan lagi senyum dan magi di atas lapangan hijau.
Namun, kisah ini menjadi pengingat betapa rapuhnya karier seorang atlet di tengah kerasnya persaingan dan risiko cedera yang selalu mengintai. Mimpi untuk melihat Neymar bersinar kembali bersama Santos kini harus kembali tertunda, menyisakan harapan dan doa dari jutaan penggemarnya di seluruh dunia.***













