Program Pendidikan Karakter di Barak TNI Jawa Barat Mulai Dilaksanakan Mei 2025

0
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

NARASITODAY.COM – Rencana pembinaan siswa yang dianggap bermasalah melalui penempatan mereka di barak TNI menuai beragam reaksi dari berbagai pihak, baik dari kalangan pendidik maupun orang tua murid.

Program yang bertujuan untuk menanggulangi kenakalan remaja di lingkungan sekolah, mendapat dukungan dari sebagian guru, namun juga mendapat kekhawatiran dari orang tua yang merasa khawatir akan dampak psikologis terhadap anak-anak mereka.

Di SDN Tajur 6 Citeureup, Rasyid Herdiansyah, seorang guru berusia 27 tahun, mengungkapkan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, program ini memiliki potensi untuk mendidik siswa menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Bayang-bayang Perang Memaksa Pasangan Muda Menunda Membangun Keluarga

“Tanggapan saya sebagai guru terhadap kebijakan murid yang nakal dimasukkan ke barak TNI sangatlah setuju,” ujar Rasyid kepada timetoday.id, Senin (5/5/2025).

Menurut Rasyid, dengan adanya program tersebut, secara tidak langsung akan meminimalisir kenakalan anak-anak dan juga bisa menumbuhkan karakter yang lebih baik lagi.

Ia juga menambahkan bahwa ia percaya pada kemampuan TNI dalam membentuk kedisiplinan anak-anak.

“Saya yakin karena saya percaya dengan kemampuan TNI dalam memperbaiki karakter, terutama dalam hal kedisiplinan,” ungkap Rasyid, yang juga berharap bahwa program tersebut dapat menjadi langkah positif dalam pembentukan karakter generasi muda.

Baca Juga :  Kenapa Harus Coba? 5 Manfaat Dark Mode untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

Namun, pandangan berbeda datang dari orang tua murid, salah satunya, Yoga (40). Meskipun Yoga mendukung upaya pembinaan bagi siswa yang bermasalah, ia menilai cara tersebut perlu dipertimbangkan dengan matang, mengingat kemungkinan dampak psikologis yang bisa timbul.

“Sebagai orang tua, saya setuju anak diberi pembinaan, tapi memasukkan siswa nakal ke barak TNI harus dipikir matang. Takutnya malah trauma, bukan berubah. Lebih baik pendekatan yang mendidik, bukan yang menakutkan,” ujar Yoga orang tua murid SDN Tajur 6.

Menurutnya, pembinaan yang melibatkan institusi militer bisa berisiko menciptakan rasa takut dan trauma pada anak, alih-alih memberikan pembelajaran yang konstruktif.

Baca Juga :  Bajigur: Resep Minuman Rempah yang Cocok untuk Menghangatkan Tubuh di Musim Hujan

Yoga berharap bahwa pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dan mempertimbangkan semua masukan sebelum mengambil keputusan final mengenai kebijakan ini.

Pemerintah daerah diharapkan dapat meninjau kembali berbagai pendapat yang muncul dari masyarakat, baik dari kalangan pendidik maupun orang tua, sebelum memutuskan langkah terbaik dalam membina generasi muda yang lebih baik.

Sebuah pendekatan yang mendidik dengan penuh perhatian dan kasih sayang dianggap lebih tepat untuk mendukung perkembangan psikologis anak-anak.***