Serangan Yang Tidak Ada Habisnya Israel Hantam Rumah dan Rumah Sakit di Gaza

0
Serangan Yang Tidak Ada Habisnya Israel Hantam Rumah dan Rumah Sakit di Gaza

NARASITODAY.COM – Dentuman dan ledakan Israel meningkatkan serangannya ke Gaza, saat Presiden AS Donald Trump mengunjungi Timur Tengah. Serangan Israel itu menewaskan 80 orang warga Palestina.

Sebagian besar korban termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam rentetan serangan udara Israel terhadap rumah-rumah menjadi puing-puing di wilayah Jabalia di Gaza utara. menyisakan kepedihan dan kekacauan.

Dalam rekaman video yang disiarkan Reuters, warga tampak menggali reruntuhan dengan tangan kosong, mencari dokumen, pakaian, atau sekadar tanda-tanda kehidupan.

Diketahui serangan, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru kepada orang-orang di beberapa distrik di Kota Gaza, yang memaksa ribuan warga Palestina meninggalkan tempat perlindungan mereka.

Daerah yang terancam oleh peringatan evakuasi termasuk beberapa sekolah dan Rumah Sakit Shifa terbesar, berdasarkan peta yang diterbitkan oleh tentara Israel.

Baca Juga :  Sekda Ajat Ajak Jajarannya Lebih Kreatif dan Adaptif Hadapi Tantangan Masa Depan

Saksi mata dan petugas medis mengatakan tak lama setelah perintah evakuasi, pesawat Israel melakukan beberapa serangan udara berupa bom-bom yang di jatutkan dititik sasaran-sasaran di Kota Gaza yang langsung berdampak kepanikan warga dan kebakaran.

“Beberapa korban masih berada di jalan dan di bawah reruntuhan tempat tim penyelamat dan darurat sipil tidak dapat menjangkau (mereka),” kata pernyataan kementerian kesehatan.

Sementara itu militer Israel belum memberikan komentar. Israel mengatakan sedang mencoba memverifikasi laporan tersebut.

“Mereka menembakkan dua roket, mereka memberi tahu kami bahwa rumah Moqbel (telah terkena serangan),” kata Hadi Moqbel, yang kehilangan kerabat dalam serangan di Jabalia.

Baca Juga :  Mantan Idol JKT48 Nabilah Ayu Raih Inspirasi Baru Lewat Kajian dan Pendalaman Agama

“Kami berlari, kami melihat potongan-potongan tubuh di tanah, anak-anak terbunuh, wanita itu terbunuh dan seorang bayi terbunuh – kepalanya meledak seperti bunga. Dia berusia dua bulan,” sambungnya.

Laporan pers Israel pada Rabu (14/5) mengutip pejabat keamanan yang mengatakan mereka yakin pemimpin militer Hamas Mohammad Sinwar dan pejabat senior lainnya telah tewas dalam serangan pada Selasa kemarin. Serangan itu dilakukan terhadap apa yang digambarkan militer Israel sebagai bunker komando dan kontrol di bawah Rumah Sakit Eropa di kota Khan Younis di Gaza selatan.

Sebelumnya, militer Israel meminta warga untuk mengungsi dari kawasan Gaza. Mereka memperingatkan bahwa pasukannya akan ‘menyerang daerah yang kekuatannya lebih besar’.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Bogor Kompak Dukung Program Unggulan Presiden Prabowo di Dunia Pendidikan

“Kepada penduduk Jalur Gaza yang berada di (bagian) daerah lingkungan Al-Rimal… Karena eksploitasi Hamas terhadap wilayah sipil untuk kegiatan teroris… (militer) Israel akan menyerang wilayah tersebut dengan kekuatan besar,” kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dilansir AFP, Kamis (15/5).

“Demi keselamatan Anda, Anda disarankan untuk mengungsi dari wilayah tersebut,” imbuhnya.

Serangan demi serangan terus bergulir seiring dinamika geopolitik yang tak terjangkau oleh suara warga biasa. Di balik angka dan pernyataan resmi, ada tangis bocah dua bulan, rumah-rumah yang hancur, dan keluarga-keluarga yang tercerai-berai mengingatkan dunia bahwa konflik ini bukan hanya soal strategi militer, tetapi soal kemanusiaan yang sudah hancur dan rasa rasionalisme yang sudah mati.***