NARASITODAY.COM – Musim baru Liga 1 belum dimulai, tapi semangat kompetisi sudah mulai membara. Kali ini, bukan hanya klub-klub lokal yang bersiap unjuk gigi Piala Presiden 2025 hadir dengan format baru yang menjanjikan sajian sepak bola lebih segar, memadukan kekuatan lokal dengan sentuhan internasional.
Turnamen pramusim ini akan menjadi ruang perkenalan dan selebrasi tidak hanya bagi tim-tim elite tanah air, tapi juga klub-klub luar negeri yang akan datang dengan satu benang merah memperkenalkan pemain abroad, terutama yang kini menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.
“Bocoran terakhir, klub-klub yang akan ikut masih bidding. Yang jelas rencananya klub juara Liga 1 untuk ikut. Jadi rencana ada 4 klub lokal dan 4 asing. Tapi formula peserta tim belum bisa dipastikan. Tidak menutup kemungkinan juga hanya enam tim yang ikut,” ujar Ferry Paulus, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Kamis (15/5/2025).
- Misi Perkenalan Bintang Diaspora
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah “abroad” menjadi populer di telinga publik sepak bola nasional. Ini mengacu pada pemain-pemain Indonesia yang meniti karier di luar negeri, baik mereka yang lahir dari sistem pembinaan klub lokal maupun para pemain keturunan yang kini membela Garuda.
“Ide awalnya adalah memaksimalkan pemain yang abroad untuk diperkenalkan oleh klubnya di sini. PSSI juga ingin memperkenalkan semua pemain abroad dari Eropa untuk ke Indonesia,” imbuh Ferry.
Dari Belanda hingga Korea Selatan, dari Inggris hingga Belgia, para pemain abroad kini menjadi sorotan. Nama-nama seperti Thom Haye, Mees Hilgers, Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Sandy Walsh telah menjadi pilar pertahanan Timnas.
Sementara itu, pemain-pemain seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, Ronaldo Kwateh, dan Marselino Ferdinan adalah produk lokal yang kini merumput di liga asing.
Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah klub luar negeri disebut sedang dalam tahap penjajakan. Nama-nama seperti Oxford United dari Inggris dan NEC Nijmegen dari Belanda berpotensi menjadi bagian dari turnamen ini, memperkuat daya tarik global Piala Presiden.
“Misalnya Oxford, NEC, diundang untuk Piala Presiden ini. Update perkembangannya belum dapat lagi. Saya pikir, Piala Presiden ini kami posisinya hanya penyelenggara tapi leading sector tetap di PSSI, jadi keputusan ada di PSSI,” terang Ferry.
Tak hanya menjadi ajang pemanasan menuju Liga 1 2025/26, Piala Presiden kali ini menjanjikan lebih: pertemuan lintas benua, pertarungan kelas dunia, dan panggung penghormatan bagi generasi pemain Indonesia yang tengah naik daun di Eropa dan Asia.
- Format Masih Digodok, Ekspektasi Sudah Mengalir
Meski format resmi dan final masih dalam tahap pembahasan, antusiasme publik mulai terasa. Kemungkinan adanya 4 klub lokal dan 4 klub asing, atau 6 tim bila diperlukan, menjadi bahan diskusi hangat di kalangan penggemar. Apalagi, keterlibatan Persib Bandung, sebagai juara Liga 1 musim lalu, diharapkan menjadi magnet tersendiri.
Dengan jadwal peluncuran mendekati awal musim, Piala Presiden 2025 bukan sekadar pramusim tapi momentum redefinisi. Ini adalah bukti bahwa sepak bola Indonesia sedang membidik lebih tinggi mempertemukan dunia, memperkenalkan talenta, dan menyatukan semangat dalam satu lapangan hijau.***














