NARASITODAY.COM – Gangguan penglihatan pada anak sering kali luput dari perhatian karena anak belum bisa menyampaikan keluhannya secara tepat. Padahal, gangguan penglihatan yang tidak ditangani sejak dini bisa berdampak besar terhadap perkembangan akademik, sosial, hingga emosional anak.
Penglihatan yang kurang jelas dapat menghambat konsentrasi, memperlambat proses belajar, dan membuat anak merasa frustasi. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali gejala-gejala awal yang mungkin menandakan anak membutuhkan bantuan kacamata.
Berikut adalah lima tanda umum yang sering muncul saat anak mengalami gangguan penglihatan dan perlu diperiksakan ke dokter mata:
1. Anak Mengalami Kesulitan Saat Membaca
Jika anak Anda sering kehilangan tempat saat membaca buku, mengernyitkan dahi ketika melihat tulisan, atau tampak memindahkan buku terlalu dekat atau jauh dari matanya, ini bisa menjadi tanda bahwa penglihatannya tidak tajam.
Beberapa anak juga tampak enggan membaca buku atau cepat merasa bosan saat belajar membaca. Hal ini bukan karena mereka malas belajar, melainkan karena mereka tidak bisa melihat dengan jelas, yang pada akhirnya menurunkan minat belajar mereka.
2. Sering Menyipitkan Mata atau Menggosok Mata
Menyipitkan mata merupakan cara alami bagi seseorang untuk membantu memfokuskan pandangan. Anak yang sering menyipitkan mata ketika melihat sesuatu di kejauhan atau saat menonton TV mungkin sedang berusaha untuk memperjelas penglihatannya.
Selain itu, kebiasaan sering menggosok mata juga bisa menjadi sinyal adanya kelelahan mata, iritasi ringan, atau bahkan alergi yang memengaruhi kenyamanan visual mereka.
3. Memiringkan Kepala atau Menutup Salah Satu Mata Saat Melihat
Beberapa anak tampak sering memiringkan kepala atau bahkan menutup satu mata saat sedang menatap layar atau membaca.
Ini adalah tanda bahwa mereka mungkin mengalami gangguan penglihatan di salah satu mata, atau kesulitan menyatukan pandangan dari kedua mata secara bersamaan.
Gerakan seperti ini biasanya menunjukkan adanya ambliopia (mata malas), strabismus (mata juling), atau gangguan refraksi yang tidak seimbang antara kedua mata.
4. Sering Duduk Terlalu Dekat dengan Layar atau Membaca Terlalu Dekat
Kebiasaan anak yang duduk sangat dekat dengan televisi, komputer, atau layar gadget sebaiknya tidak dianggap remeh. Ini bisa jadi merupakan cara mereka untuk mengkompensasi penglihatan jarak jauh yang terganggu, seperti rabun jauh (miopi).
Anak dengan kondisi ini cenderung merasa lebih nyaman melihat objek dari jarak dekat dan kesulitan melihat tulisan di papan tulis atau objek yang jauh.
5. Mengeluhkan Sakit Kepala atau Mata Cepat Lelah
Jika anak sering mengeluhkan sakit kepala, terutama setelah membaca, menulis, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus visual, ini bisa menjadi tanda bahwa mata mereka bekerja terlalu keras.
Sakit kepala yang disertai dengan rasa lelah pada mata dikenal sebagai astenopia umumnya disebabkan oleh usaha berlebihan mata untuk fokus, terutama jika ada gangguan refraksi yang belum dikoreksi. Lokasi sakit kepala yang sering berada di sekitar dahi atau belakang mata menjadi petunjuk tambahan yang patut diwaspadai.
Apabila anak menunjukkan satu atau lebih dari tanda-tanda di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter mata atau optometris. Pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, bahkan sejak anak masih balita, terutama jika ada riwayat gangguan mata dalam keluarga.
Deteksi dan penanganan sejak dini tidak hanya akan membantu memperbaiki kualitas penglihatan anak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dirinya dalam belajar dan bersosialisasi.***













