Ketegangan Meningkat, Korea Utara Tuntut Penghentian Serangan Militer Israel ke Iran

0
Ketegangan Meningkat, Korea Utara Tuntut Penghentian Serangan Militer Israel ke Iran

NARASITODAY.COM – Pemerintah Korea Utara akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri yang berbicara kepada kantor berita pemerintah KCNA pada Kamis (19/6/2025), Pyongyang menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang terus memburuk di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Korea Utara mengutuk keras aksi militer Israel yang memicu konflik terbuka dengan Iran. Pyongyang menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kejahatan serius terhadap umat manusia.

“DPRK menyatakan keprihatinan serius atas serangan militer Israel dan dengan tegas mengecamnya. Pembunuhan warga sipil oleh Israel merupakan kejahatan yang tidak dapat dimaafkan terhadap kemanusiaan,” ujar juru bicara tersebut, sebagaimana dikutip dari KCNA dan Al Jazeera.

Baca Juga :  Uni Eropa Makin Dekat Tetapkan IRGC sebagai Organisasi Teroris

Lebih lanjut, Korea Utara menyebut serangan yang dilakukan Israel sebagai tindakan terorisme yang disponsori negara dan memperingatkan bahwa hal ini berisiko memperluas konflik menjadi perang besar.

“Tindakan ilegal terorisme yang disponsori negara oleh Israel (sedang) meningkatkan bahaya perang habis-habisan baru di kawasan Timur Tengah,” tambahnya.

Ketegangan antara Israel dan Iran sendiri terus meningkat sejak serangan militer Israel ke sejumlah wilayah di Iran pada Jumat lalu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim serangan tersebut ditujukan untuk menggagalkan program nuklir Iran yang diduga bertujuan membuat senjata pemusnah massal.

Baca Juga :  Alun-Alun di Cibinong Resmi Hadir, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Harap Jadi Pusat Interaksi Sosial Masyarakat

Namun, Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan program nuklirnya hanya untuk keperluan sipil. Sebagai balasan, Teheran telah meluncurkan serangan ke beberapa wilayah di Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.

Di tengah upaya sejumlah pihak untuk meredakan konflik, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut bahwa solusi dapat dicapai melalui dialog nuklir antara Iran dan AS.

“Mereka seharusnya melakukan kesepakatan itu. Saya katakan kepada mereka, ‘Lakukan kesepakatan itu,'” ujar Trump kepada wartawan di Air Force One. “Jadi saya tidak tahu. Saya tidak terlalu berminat untuk bernegosiasi.”

Baca Juga :  5 Lokasi KDrama Populer di Korea Selatan untuk Menyemarakkan Liburan Imlek Anda!

Sementara itu, Iran tetap menunjukkan sikap keras. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan bahwa negaranya siap melawan Israel secara tegas. Dalam pernyataan simbolik di platform X (dulu Twitter), Khamenei menyampaikan pesan bernuansa religius dan militan.

“Dalam nama Haidar yang mulia, pertempuran dimulai,” tulis Khamenei dalam bahasa Inggris, Rabu (18/6/2025). Julukan “Haidar” merujuk pada Ali bin Abi Thalib, tokoh penting dalam Islam Syiah.

“Kita harus memberikan respons yang kuat kepada rezim teroris Zionis. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” tegas Khamenei.***