NARASITODAY.COM – Hingga pertengahan 2025, Indonesia masih sangat bergantung pada impor daging sapi, dengan Australia tercatat sebagai negara pemasok utama. Negara tetangga tersebut menyuplai sebagian besar kebutuhan daging sapi di pasar dalam negeri, baik dalam bentuk daging beku maupun sapi hidup (sapi bakalan).
Menurut Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI), dominasi Australia dalam ekspor daging sapi ke Indonesia bukan tanpa alasan. Direktur Eksekutif APPDI, Teguh Boediyana, menjelaskan bahwa sejumlah faktor seperti harga yang kompetitif, ketersediaan stok, dan jarak pengiriman yang relatif dekat menjadikan Australia sebagai pilihan utama bagi para importir.
“Australia masih dominan lah untuk ekspor (sapi) ke Indonesia,” ujar Teguh, dikutip Jumat (23/5/2025).
Menanggapi pertanyaan soal alasan di balik dominasi Australia, Teguh memberikan perbandingan sederhana. Ia menyebut, “Kalau Anda beli barang, kenapa Anda beli di toko ini bukan di toko itu? Jadi (alasannya) karena pertimbangan pengusaha kan macam-macam, bisa mulai dari harga, ketersediaan, segala macam lah.”
Selain itu, aspek logistik juga berperan penting dalam keputusan importasi. Teguh menambahkan, “Biaya ongkos dari Australia, jaraknya lebih dekat, mungkin biayanya tidak sebesar jika impor dari negara lainnya.”
Dari sisi kualitas, daging sapi asal Australia dinilai cukup bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. “Kalau dari kualitas, daging sapi ini beragam. Dari Australia sendiri kan juga macam-macam, ada yang kualitasnya begini, ada yang kualitasnya dikasih pakan khusus,” ungkap Teguh.
Ia pun menjelaskan bahwa pelaku usaha biasanya telah memahami preferensi konsumennya masing-masing, terutama untuk kebutuhan khusus seperti daging untuk steak.
“Tentunya kalau yang untuk steak ya kan ada persyaratan khusus, mana daging yang dibutuhkan, dan mana yang harus dibeli. Sehingga lebih variatif lah, (dasarnya) pengusaha punya pertimbangan sendiri,” pungkasnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2024 Indonesia mengimpor daging sapi jenis lembu dari Australia sebanyak 113,62 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 395,25 juta atau setara sekitar Rp 6,29 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.179 per dolar AS).***














