Lima Proyek Infrastruktur Dibangun di Desa Bojongrangkas Ciampea Gunakan Dana Desa Tahap Pertama

0
Lima Proyek Infrastruktur Dibangun di Desa Bojongrangkas Ciampea Gunakan Dana Desa Tahap Pertama

NARASITODAY.COM- Pemerintah Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, tengah melaksanakan lima kegiatan pembangunan infrastruktur menggunakan Dana Desa tahap pertama tahun 2025.

Pembangunan ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan warga dalam berbagai aspek kehidupan.

Kepala Desa Bojongrangkas, Iding Habudin, mengatakan lima kegiatan tersebut meliputi betonisasi jalan desa di RT 01 RW 04, rabat beton di Kampung Bojongrangkas RT 03 RW 08, pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Warung Borong, pembangunan gedung posyandu di RW 09, serta pembangunan sumur resapan untuk pengendalian air hujan.

Baca Juga :  Karang Taruna RW 09 Bojongrangkas Galakkan Gerakan Senada, Pemuda Belajar Menanam dan Bertanggung Jawab

“Pembangunan rabat beton di RT 03 itu jalan umum yang sering licin saat musim hujan, sering ada yang jatuh. Sedangkan jalan di RT 01 itu akses menuju pesantren,” ungkap Iding, Rabu (2/7/2025).

Untuk mencegah longsor, pihak desa membangun TPT di kawasan rawan pergerakan tanah.

Baca Juga :  Video Viral Soal Tiket TNGHS Ditempeli Stiker Harga Baru, Pengelola: Masih Kami Telusuri

Sementara itu, pembangunan posyandu menjadi fokus karena selama ini fasilitas kesehatan tersebut baru tersedia di RW 07.

“Posyandu sangat penting untuk kesehatan ibu hamil dan anak-anak, juga untuk pencegahan stunting dan gizi buruk. Tahun ini kami bangun posyandu kedua di RW 09,” jelasnya.

Iding menambahkan, proses pembangunan posyandu sempat mengalami kendala karena desa tidak diperbolehkan membeli tanah, sehingga lahan yang digunakan berasal dari hibah warga.

Baca Juga :  Longsor Terjang MI Al Hidayah di Ciampea, Tembok Ambruk Nyaris Menimpa Permukiman Warga

Selain itu, untuk mengatasi permasalahan drainase, pemerintah desa juga membangun sumur resapan atau biopori agar air tidak menggenang dan langsung terserap ke dalam tanah.

“Kami berharap alokasi dana desa bisa ditambah, karena kebutuhan pembangunan masih sangat banyak. Selain fisik, kami juga ingin fokus ke sektor pemberdayaan,” tutupnya.