Lima Hari Usai Longsor, Rumah Lansia di Kalongliud Kini Terendam Banjir

0
Lima Hari Usai Longsor, Rumah Lansia di Kalongliud Kini Terendam Banjir

NARASITODAY.COM- Rumah seorang lansia di Kampung Bongas,
Rt 04, Rw 05, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terendam banjir pada Sabtu (5/7/2025) sore.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan air mengalir dari arah tebing penahan tanah (TPT) milik Pemkab Bogor yang sebelumnya longsor.

Rumah yang terletak di Jalan Raya Kalongliud-Antam itu menjadi langganan genangan air usai peristiwa longsor yang terjadi lima hari sebelumnya.

Baca Juga :  PPK Nanggung Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Suara Pilkada 2024

Menurut pemilik rumah, Achmad Juansyah, saat hujan deras air langsung masuk ke dalam rumah milik kakeknya.

“Saat hujan deras, air hujan dari atas mengalir ke bawah membanjiri rumah kakek saya,” ujar Achmad, Sabtu (5/7).

Meski tak ada kerusakan besar, beberapa perabot rumah tangga seperti kursi dan lemari sempat terkena air.

Keluarga mereka pun bergotong royong membersihkan air yang menggenang di dalam rumah.

Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengatakan bahwa penanganan longsor sementara masih terbatas pada evakuasi material tanah.

Baca Juga :  Hari Lahirnya Bertepatan Dengan HJB Bogor, Balita Asal Malasari Dapat Perhatian Khusus dari Disdukcapil

“Penanganan saat ini sifatnya masih sementara. Material longsoran dimasukkan ke dalam karung dan dibentengi di pinggir tebing untuk mencegah longsor susulan. Belum ada pemasangan turap karena masih menunggu anggaran pembangunan,” jelas Jani.

Untuk rumah warga yang terdampak langsung material longsoran, sementara ini ditutup menggunakan terpal guna mencegah air masuk ke dalam rumah.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Gaungkan Gerakan SAJADAH di Desa Ciherang Pondok, Serap Aspirasi Warga

Jani juga berharap agar pemerintah daerah maupun PT Antam segera turun tangan memperbaiki TPT secara permanen. Pasalnya, kondisi tebing yang dibiarkan terlalu lama dinilai sangat membahayakan, terutama dengan intensitas hujan yang terus meningkat.

“Jalan ini sekarang menjadi sempit dan rawan. Harapan kami bukan hanya TPT-nya saja yang diperbaiki, tapi juga sistem drainase sepanjang jalan harus dibangun agar air tidak meluap ke jalan dan pemukiman warga,” tegasnya.