NARASITODAY.COM- Pendopo eks Kewadanaan Jasinga yang sebelumnya rusak kini hidup kembali sebagai ruang literasi berkat rekonstruksi yang dilakukan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Jaro Ade.
Setiap Sabtu sore, tempat bersejarah ini menjadi lokasi kegiatan baca buku bersama para pemuda Jasinga.
Kegiatan yang berlangsung di Distrik Djasinga itu dimanfaatkan oleh komunitas literasi untuk membaca, berdiskusi, dan menggali sejarah serta budaya lokal.
“Alhamdulillah, berkat kepedulian Bapak Rudy Susmanto dan Jaro Ade, kini kami memiliki ruang terbuka untuk belajar bersama,” ujar RM Dery, salah satu inisiator kegiatan literasi, Sabtu (5/7/2025).
Menurut Dery, kegiatan yang diberi nama Sampiran Literasi ini sudah memasuki pertemuan kelima.
Buku yang dibaca dalam forum tersebut antara lain Monograf Perlawanan Rakyat Banten Melawan Imperialisme karya Djoko Marihandono dan Juwono, serta kisah kepahlawanan Pangeran Mangkubumi Wargadierja.
“Siapa pun boleh datang, intinya baca buku bersama secara reading group,” bebernya.
Sementara salah satu penggagas Sampiran Literasi Ra Dien
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang membaca, tetapi juga ruang diskusi berbagai isu lokal, sejarah kampung halaman, hingga perancangan gerakan kecil yang berdampak sosial di masyarakat.
“Tempat ini bukan hanya bangunan, tapi rumah bagi ide-ide dan semangat kami untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya.
Jadi kata dia, kepedulian pemerintah daerah dalam merekonstruksi pendopo ini mendapat apresiasi dari kalangan pemuda di Jasinga.
“Kita menilai pembangunan tak selalu soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menghadirkan ruang berpikir bagi generasi muda,” tukasnya.***














