Melewati Macet? Kini BSD ke Jakarta Cuma Sejengkal dengan Stasiun KRL Baru

0
Ilustrasi KAI

NARASITODAY.COM – Di tengah geliat pembangunan kawasan urban di Jakarta Selatan , sebuah proyek transportasi publik tengah mendekati garis akhir: Stasiun Jatake. Terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, stasiun ini berdiri di jalur strategis Rangkasbitung–Tanah Abang dan menjadi harapan baru bagi ribuan komuter dari kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dan sekitarnya.

Dengan langit-langit baja yang mulai terpasang dan struktur utama yang hampir rampung, denyut kehidupan baru mulai terasa di sekitar lokasi proyek. CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land, Christopher Siswanto, menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mencapai 92,78%.

“Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap konstruksi dengan progres pembangunan mencapai 92,78%, yang dirancang mendukung mobilitas masyarakat Tangerang Selatan dan sekitarnya untuk menuju Jakarta,” ujar Siswanto kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga :  Menko Perekonomian Usulkan Perppu Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Target penyelesaian konstruksi ditetapkan pada akhir Juli 2025. Namun, untuk operasional penuh, pihak pengembang masih harus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Commuter, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan dinas perhubungan daerah.

“Target awal akhir Juli 2025 untuk penyelesaian konstruksi. Tetapi target operasional kami koordinasikan terlebih dahulu dengan KAI, KAIC, DJKA, dan Dishub setempat,” tambahnya.

Tak hanya sekadar stasiun, Jatake dirancang sebagai simpul mobilitas yang terintegrasi dengan kawasan komersial. Siswanto menyebutkan bahwa pembangunan fasilitas pendukung seperti area parkir dan akses menuju pusat perbelanjaan akan dilakukan secara bertahap, sejalan dengan pengembangan kawasan terpadu.

Baca Juga :  Luka Berair? Ini 5 Cara Efektif Mengobatinya agar Cepat Sembuh

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan antusiasme masyarakat terhadap progres proyek ini. Untuk pembangunan fasilitas pendukung Stasiun Jatake, termasuk area parkir dan konektivitas menuju pusat perbelanjaan (mall), akan dilakukan secara bertahap mengikuti rencana pengembangan kawasan terpadu yang telah dirancang,” jelasnya.

Meskipun jarak antara stasiun dan pusat perbelanjaan tidak berdampingan langsung, keduanya akan dihubungkan melalui koridor pejalan kaki yang teduh dan aman, lengkap dengan drop-off area dan rambu penunjuk arah yang jelas. Konsep ini dirancang untuk menciptakan pengalaman mobilitas yang nyaman dan efisien, sekaligus membentuk ruang publik yang hidup dan ramah bagi pengguna transportasi umum.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, turut menyoroti pentingnya kehadiran Stasiun Jatake dalam memperluas jangkauan layanan Commuter Line.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Lumpuhkan 43 RT, Ratusan Warga Mengungsi

“Dari sisi KAI, keberadaan Stasiun Jatake memperluas jangkauan layanan dan memperkuat posisi perusahaan dalam memberikan transportasi yang adaptif terhadap dinamika urban modern,” ungkap Anne.

Ia juga menambahkan bahwa proyek ini menggunakan skema creative financing—tanpa mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Model pembiayaan ini mencerminkan semangat efisiensi dan inovasi yang kini menjadi ciri khas BUMN.

Dengan segala potensi dan desain yang matang, Stasiun Jatake bukan sekadar titik transit. Ia adalah simbol dari masa depan mobilitas yang lebih terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat urban.***