Tata Group Terpukul, Laporan Awal Kecelakaan Air India Jadi Titik Balik

0
Ilustrasi pesawat air india

NARASITODAY.COM – Sebulan sejak kecelakaan tragis Boeing 787 Dreamliner milik Air India yang menewaskan hampir seluruh penumpangnya, laporan awal tentang insiden tersebut dikabarkan akan dirilis pada Jumat mendatang. Informasi ini dibocorkan oleh tiga sumber kepada Reuters, sembari mengungkap temuan awal yang menunjukkan kerusakan total atau total loss dalam tragedi itu.

Pada 12 Juni lalu, pesawat yang hendak terbang dari Ahmedabad menuju London mulai kehilangan ketinggian hanya sesaat setelah mencapai 650 kaki. Tak lama kemudian, pesawat jatuh di area pemukiman padat, menewaskan 241 dari 242 penumpang serta sejumlah warga di darat.

Baca Juga :  Putri Sulung Raja Thailand Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun

“Investigasi atas kecelakaan Air India difokuskan pada pergerakan sakelar kontrol bahan bakar mesin setelah analisis perekam data penerbangan dan suara pesawat 787, serta simulasi oleh Boeing tentang saat-saat terakhir pesawat,” ujar salah satu sumber, dikutip Rabu (9/7/2025).

Baca Juga :  Pesawat Perdana Menteri Spanyol Terpaksa Pendaratan Darurat di Ankara karena Masalah Teknis

Fokus utama investigasi kini tertuju pada sakelar bahan bakar yang mengontrol dua mesin utama pesawat. Meski demikian, belum ada informasi detail tentang tindakan spesifik yang tengah dianalisis oleh para penyelidik.

Laporan Air Current menyebut bahwa black box belum mampu mengesampingkan kemungkinan adanya tindakan “tidak pantas, tidak disengaja, atau disengaja” yang mendahului hilangnya daya dorong sebelum pesawat jatuh.

Sumber-sumber tersebut juga memperingatkan bahwa jadwal rilis laporan bisa saja berubah. Tak ada kepastian tentang seberapa lengkap informasi yang akan diungkap ke publik dalam dokumen awal tersebut.

Baca Juga :  Ketika Sahabat Menjauh: 5 Pelajaran Hidup yang Diam-diam Menguatkan

Kecelakaan ini menjadi pukulan telak bagi Tata Group, pemilik baru Air India sejak 2022, yang tengah gencar menghidupkan kembali reputasi maskapai nasional India. Tragedi ini juga memicu kekhawatiran pada proyek ambisius pemerintah New Delhi untuk menjadikan negaranya sebagai pusat penerbangan global, mengikuti jejak kota-kota seperti Dubai.***