Pemkot Bogor dan Pemprov Jabar Bersinergi, Tambah Sekolah SMA untuk Atasi Kekurangan

0
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim

NARASITODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan siap mendukung penambahan sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kota Bogor dengan menyiapkan lahan pembangunan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut meskipun pengelolaan SMA berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bogor tetap berinisiatif menyiapkan fasilitas pendukung guna memastikan pemerataan akses pendidikan.

“Meskipun SMA itu wewenang provinsi, kami mempersiapkan juga ketersediaan lahan yang aman dan sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh provinsi,” ujar Dedie, Jum’at (11/7/2025).

Baca Juga :  Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas Belanja di Kebun Jati Hambalang, Diduga Sengaja Dibuang

Dedie menambahkan, usulan penambahan sekolah SMA tersebut sudah diajukan dan tinggal menunggu pembahasan lebih lanjut terkait pengelolaan serta alokasi anggaran.

“Artinya penambahan itu sangat memungkinkan, tinggal bagaimana anggarannya bisa dikelola dan dialokasikan untuk pembangunan SMA baru di Kota Bogor,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Harap Anggota PWI Bisa Membesarkan Nama Organisasinya

Selain jenjang SMA, Pemkot Bogor juga mempertimbangkan penambahan sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, rencana ini tetap akan memperhatikan ketersediaan tenaga pengajar dan keberadaan sekolah swasta.

“Di sektor pendidikan ini, bukan hanya pemerintah saja yang berperan, masyarakat dan sektor swasta juga terlibat. Jadi, ketersediaan sekolah swasta nanti akan kita kombinasikan dengan kebijakan pemerintah,” jelas Dedie.

Baca Juga :  CSR PT Antam Pongkor Bangun MCK, Warga Pasirgintung Tak Lagi BAB ke Kali

Lebih lanjut, Dedie mengungkapkan bahwa Pemkot Bogor juga tengah mempersiapkan program subsidi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Untuk awal, kami targetkan subsidi untuk dua ribu anak tingkat SMP. Tahun depan di 2026, insya Allah akan kita realisasikan. Tapi tentunya mulai sekarang harus kita kaji lebih lanjut. Proyeksi saya, jumlah tersebut masih memungkinkan untuk kita biayai,” tutupnya.***