Saluran Air Tersumbat dan Dicor Ilegal, Banjir di Gunung Putri Tak Pernah Usai

0
Ilustrasi banjir

NARASITODAY.COM – Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menegaskan kerusakan sistem drainase di sepanjang jalan provinsi yang melintasi wilayah Gunung Putri menjadi pemicu utama banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Ia menilai lemahnya respons Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memperparah situasi yang sudah terjadi berulang kali.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bogor Akan Cek Status Jalan Kampung Cibuntu agar Segera Diperbaiki

“Drainase Provinsi Jabar ini di Gunung Putri adalah yang terburuk. Dari Desa Gunung Putri sampai ke Tlajung Udik selalu jadi sumber bencana setiap hujan deras,” ujar Daman Huri, Jumat (11/7/2025).

Menurut Daman, selain tak pernah dipelihara, banyak saluran air di kawasan itu yang justru ditutup, dicor, atau diuruk secara ilegal oleh oknum masyarakat maupun pelaku usaha untuk kepentingan pribadi, seperti akses pool kendaraan, toko, maupun pabrik. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tersumbat dan meluap ke permukiman warga.

Baca Juga :  Seorang Pendaki Tunanetra Asal Tiongkok Taklukkan Puncak Everest

“Ketika hujan deras, air sudah seperti kolam renang di pemukiman warga. Harusnya ada kepedulian dari Jasa Marga atau PUPR Provinsi untuk membangun ulang drainase dari Desa Gunung Putri sampai ke Kedep,” katanya.

Baca Juga :  Poltek SSN dan Diskominfo Bogor Perkuat Kemitraan melalui Program PKL

Daman Huri berharap Pemprov Jawa Barat dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sistem drainase guna mengatasi banjir yang berpotensi menjadi ancaman permanen bagi warga Gunung Putri.***