Menjaga Warisan Leluhur, Kasepuhan Jatake Nutug Konsisten Gelar Seren Taun

0
Menjaga Warisan Leluhur, Kasepuhan Jatake Nutug Konsisten Gelar Seren Taun

NARASITODAY.COM- Masyarakat adat Kasepuhan Jatake Nutug yang berada di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, masih menjaga tradisi leluhur yang telah berlangsung secara turun-temurun, yakni upacara adat Seren Taun.

Seren Taun merupakan ritual tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi, yang rutin digelar setiap bulan Muharram.

Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kasepuhan.

Tokoh adat setempat, Abah Adih Gelar, mengatakan bahwa Seren Taun sudah dilaksanakan oleh para pendahulu sejak ratusan tahun lalu.

“Secara tahun Abah kurang tahu, karena Abah ini generasi keenam. Tapi kira-kira sudah ratusan tahun, dan dilaksanakan setiap satu tahun sekali di bulan Muharram,” ujar Abah Gelar kepada wartawan di lokasi acara, Rabu (16/7/2025).

Baca Juga :  Momen Bersejarah!! Sabaki dan AMAN Hadiri Seren Taun Kasepuhan Malasari

Dalam pelaksanaannya, Seren Taun terdiri dari sejumlah prosesi adat yang memiliki makna mendalam, di antaranya Ngangkat, Sedekah Bumi (Karumasaan), Ngayaran, Papasrahan/Ngajiwa, dan Ngariung Nadar.

Menurut Abah Gelar, prosesi Ngangkat merupakan kegiatan membawa hasil bumi seperti padi ke tempat upacara sebagai simbol penghormatan kepada alam yang telah memberikan rezeki.

Kemudian, Sedekah Bumi atau dalam bahasa setempat disebut Karumasaan merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil panen yang diperoleh, disertai dengan doa dan harapan untuk keberkahan di masa mendatang.

Baca Juga :  Pentingnya Primer dalam Rutinitas Makeup, Bukan Sekadar Pelengkap

Adapun Ngayaran menjadi salah satu prosesi yang penuh kebersamaan, di mana padi hasil panen ditumbuk dengan alat tradisional dulang, lalu dimasak dan disantap bersama sebagai simbol rasa syukur atas pare anyar atau padi baru.

Selanjutnya, prosesi Papasrahan menandai penyerahan hasil panen secara simbolis kepada pemangku adat.

Sementara Ngajiwa dimaknai sebagai momen pembersihan diri dalam menyambut tahun baru Islam.

Baca Juga :  Dua Desa di Nanggung Lestarikan Adat Seren Taun dan Ngalokat Cai di Apresiasi Camat

Sebagai penutup, masyarakat melaksanakan prosesi Ngariung Nadar, yaitu berkumpul bersama sebagai ungkapan syukur atas panen yang baik, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarsesama warga kasepuhan.

Seren Taun bukan hanya ritual panen biasa, namun juga bentuk penghormatan terhadap alam, leluhur, dan nilai-nilai kehidupan.

Tradisi ini mencerminkan harmoni antara manusia dan lingkungannya, yang tetap dijaga oleh masyarakat Kasepuhan Jatake Nutug hingga kini.

“Tradisi ini bukan sekadar simbol, tapi menjadi bagian dari cara hidup kami,” tutupnya.***

Ikuti Berita : Google News
Ikuti Saluran WhatsApp: Narasitoday