
NARASITODAY.COM – Politisi sekaligus aktris senior Desy Ratnasari resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan pendidikan S3 Psikologi di Universitas Katolik Atma Jaya. Ia mengikuti prosesi wisuda pada 12 Juni 2025, momen yang diwarnai rasa haru dan kebahagiaan.
“Aku jadi sedih. Jujur mikir ayah saya. Ya kan dulu saya jadi artis itu gak diizinin sebenarnya karena Papa takut kalau udah biasa cari duit, nanti lupa sama sekolah. Jadi perjanjiannya dulu boleh jadi artis asal lulus S1,” ungkap Desy saat tampil di program Pagi Pagi Ambyar, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025).
Desy Ratnasari mengingat bahwa sang ayah telah berpulang sebelum ia menyelesaikan pendidikan S1. Namun, ia tetap menepati janji untuk mengutamakan pendidikan dan bahkan melampaui harapan tersebut.
“‘Pa sudah saya lebihkan, saya tepati janji saya’. Pas udah mulai musik dan jalan semua saya merasa kalau ada Papa pasti beda, tapi gak apa-apa yang menemani ada putri saya, ada sepupu yang videoin. Alhamdulillah Allah memberikan saya kemudahan mencapai target,” tuturnya.
Perjalanan menyelesaikan pendidikan doktoral tidak mudah bagi Desy, yang juga aktif sebagai anggota legislatif. Ia menyelesaikan studi dalam waktu 11 semester, lebih lama dari durasi ideal.
“S2, waktu itu 2 tahun pasti harus selesai dalam jangka 2 tahun. Begitu S1 menyangkut penelitian wajib pasti molor-molor banyak. Pas saya menyelesaikan S3 berbarengan menginisiasi Undang-undang Psikologi banyak postpone makanya saya 11 semester. Walaupun sesungguhnya 3,5 tahun itu paling normal,” jelasnya.
Putri semata wayangnya, Nasywa, turut hadir dalam momen wisuda dan menyampaikan rasa bangga terhadap pencapaian sang ibu. Meski demikian, ia mengaku belum berencana mengikuti jejak pendidikan hingga jenjang doktoral.
“Aku udah bilang dari sebelum Bunda selesai S3 bahkan, ‘Bun hapunten pisan, gak sampai situ ya’. Maksudnya gak ada yang tahu ke depan, qadarullah-nya, cuma kalau membayangkan rencana aku sendiri kayaknya S2 cukup deh,” ujar Nasywa.
Menanggapi pernyataan putrinya, Desy Ratnasari memberikan nasihat agar tidak membatasi cita-cita dan selalu meminta yang terbaik kepada Tuhan.
“Gak boleh mematok diri kita segini, kalau bercita-cita minta sama Allah yang lebih tinggi. Dia bilang, lihat pekerjaannya Bunda tiap hari pulang ngerjain PR dan penelitian ehm…. Dia mah suka ini sebelum dikerjakan sudah terbebani duluan,” kata Desy sambil tersenyum.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













