Ironi di Balik Mimpi Jadi Dokter: Pemuda Ini Kehilangan Kaki demi Jalur Disabilitas

0
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pornpak Khunatorn)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Cita-cita menjadi dokter kerap dipandang sebagai jalan mulia untuk menyelamatkan nyawa. Namun bagi seorang pemuda di India, mimpi tersebut justru berujung pada ironi yang memilukan.

Seorang pria berusia 24 tahun di distrik Jaunpur, Uttar Pradesh, India, menjadi sorotan setelah nekat mengamputasi kakinya sendiri. Aksi ekstrem itu diduga dilakukan demi mendapatkan status disabilitas agar bisa lolos seleksi masuk perguruan tinggi kedokteran melalui jalur kuota khusus.

Pemuda bernama Suraj Bhaskar tersebut diketahui merupakan peserta National Entrance Eligibility Test (NEET), ujian masuk fakultas kedokteran yang terkenal sangat ketat di India. Upayanya menembus pendidikan kedokteran telah kandas dua kali, sebelum akhirnya ia mengambil keputusan yang mengejutkan banyak pihak.

Baca Juga :  Mengatasi Perut Kembung pada Bayi dengan 5 Metode Tradisional yang Aman

Awalnya, kejadian ini dilaporkan sebagai tindak kriminal. Keluarga menyebut Suraj menjadi korban serangan orang tak dikenal pada malam hari hingga kehilangan kaki kirinya. Laporan tersebut bahkan sempat memicu penyelidikan dugaan percobaan pembunuhan.

Namun, penyelidikan polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Tidak ada tanda-tanda paksaan masuk ke rumah, dan bercak darah di lokasi kejadian dinilai tidak sesuai dengan luka serius yang dialami korban.

Baca Juga :  Makan Telur Saat Sarapan Dapat Membantu Kontrol Nafsu Makan dan Berat Badan

Kecurigaan semakin menguat setelah polisi menemukan alat suntik berisi obat bius di sekitar lokasi. Dari hasil pendalaman dan keterangan saksi, termasuk orang terdekat Suraj, fakta sebenarnya pun terungkap.

Sebelumnya, Suraj sempat mencoba memperoleh sertifikat disabilitas secara resmi di Universitas Banaras Hindu (BHU). Ia memiliki kelainan ringan pada tangannya, namun dinilai belum memenuhi ambang batas untuk mendapatkan kuota disabilitas. Permohonan itu ditolak.

Diduga diliputi keputusasaan, Suraj kemudian mengambil jalan ekstrem dengan membuat dirinya menjadi penyandang disabilitas secara permanen. Polisi menyebut tindakan tersebut dilakukan secara sadar setelah ia membius dirinya sendiri.

Baca Juga :  Camat Nanggung Dorong Pembangunan Gedung SMP Baru di Malasari, Usulkan Sekolah Swasta Lebih Efisien

Saat ini, Suraj menjalani perawatan di rumah sakit swasta dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Kasus ini memicu diskusi luas di India mengenai tekanan akademik yang tinggi, ketatnya persaingan masuk pendidikan kedokteran, serta dampaknya terhadap kesehatan mental generasi muda.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik prestasi akademik dan impian besar, dukungan mental dan sistem pendidikan yang lebih manusiawi juga menjadi kebutuhan yang tak kalah penting. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth