Perempuan Mpur Serukan Pengakuan Negara terhadap Hak Masyarakat Adat

0
Perempuan asal Suku Mpur, Papua Barat, Maria Kebar.
Perempuan asal Suku Mpur, Papua Barat, Maria Kebar. Foto (Andres/Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, LEBAKPerempuan asal Suku Mpur, Papua Barat, Maria Kebar, menyuarakan pentingnya pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat dalam momentum peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (9/8/2025).

Maria mengungkapkan, pemuda-pemudi Papua wilayah adat III Bomberai telah sejak lama menginisiasi gerakan memperingati HIMAS sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur. “Bagi kami, kegiatan HIMAS ini sudah ada sejak lama. Leluhur kami hidup dengan adat, hidup dengan alam, dan menjaga tanah demi keberlangsungan hidup anak cucu. Ini penting, bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasepuhan Guradog Tuan Rumah HIMAS 2025, Gubernur Banten Hadir di Puncak Acara

Ia menegaskan, adat berperan mempertahankan tanah dan manusia yang hidup di atasnya, agar generasi penerus tidak melupakan silsilah, sejarah, serta terhindar dari kemiskinan pangan.

Maria juga mengapresiasi ritual adat yang digelar di Kasepuhan Guradog. Menurutnya, masyarakat adat di Banten telah memberikan teladan dalam mempertahankan tradisi.

Baca Juga :  Nikmati Pentol Ayam Kriwil Setelah Tarawih: Resep Mudah dan Lezat untuk Keluarga

“Saya sangat antusias. Ini luar biasa, teman-teman di Banten sudah memulai dan mempertahankan adat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maria menyerukan agar negara mengakui dan memberi ruang seluas-luasnya bagi masyarakat adat untuk mengelola tanah dan hutan mereka sendiri.

Baca Juga :  5 Indikator Hidupmu Terlalu Bising dan Mengapa Kamu Perlu Waktu untuk Menghela Nafas

“Negara harus memberikan kesempatan kepada masyarakat adat untuk mengelola wilayahnya demi masa depan yang berkelanjutan,” tegasnya.***

 

Wartawan : Andreas