Paparan Mikroplastik dari 5 Benda Dapur Ini Bisa Pengaruhi Kesehatan, Cek Sekarang!

0
Dapur
Ilustrasi Peralatan dapur yang digantung.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Mikroplastik, partikel plastik super kecil dengan ukuran kurang dari 5 milimeter, kini telah menjadi ancaman tak terlihat yang menyusup ke dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk di dapur rumah kita.

Studi terbaru menunjukkan mikroplastik bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi. Paparan mikroplastik ini terutama datang dari beberapa benda dapur yang sering digunakan tanpa kita sadari.

Berikut adalah lima benda dapur yang berpotensi melepaskan mikroplastik dan pengaruhnya terhadap kesehatan.

  1. Peralatan Masak Anti Lengket

Peralatan masak yang dilapisi teflon atau lapisan antilengket bisa menjadi sumber utama pelepasan mikroplastik saat digunakan memasak. Ketika permukaannya tergores atau retak, lapisan teflon tersebut dapat mengelupas dan mencemari makanan dengan jutaan partikel mikroplastik.

Mikroplastik ini kemudian masuk ke dalam tubuh saat makanan dikonsumsi, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti inflamasi dan kerusakan organ.

  1. Wadah Makanan Plastik
Baca Juga :  Meriam Bellina Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Pemeriksaan Rutin

Wadah makanan plastik, terutama yang digunakan untuk menyimpan atau memanaskan makanan, dapat menghasilkan mikroplastik. Pemanasan makanan dalam wadah plastik, seperti saat menggunakan microwave, mempercepat pelepasan partikel plastik ke dalam makanan.

Mikroplastik ini susah terdeteksi tetapi berisiko merusak sistem pencernaan, memicu gangguan hormonal, serta melemahkan sistem imun tubuh jika terpapar terus menerus.

  1. Peralatan Makan Plastik

Sendok, garpu, dan pisau plastik yang sering digunakan untuk makan cepat saji atau saat beraktivitas di luar rumah juga berpotensi menularkan mikroplastik ke makanan, terutama saat digunakan dengan makanan panas.

Mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat mengendap dan mengganggu proses metabolisme, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis bila terpapar dalam jangka panjang.

  1. Kantong Teh
Baca Juga :  Kembali Fit Setelah Olahraga: 5 Cara Mengatasi Perut Nyeri yang Harus Diketahui!

Kantong teh plastik ternyata juga bisa menjadi sumber mikroplastik yang tersembunyi. Saat diseduh dengan air panas, miliaran partikel mikroplastik dari kantong teh plastik dapat larut ke dalam minuman.

Penelitian mengungkap bahwa mikroplastik ini dapat berakumulasi dalam tubuh dan berhubungan dengan gangguan kesehatan, mulai dari inflamasi hingga fungsi organ terganggu.

  1. Beberapa Jenis Rempah dalam Kemasan Plastik

Rempah-rempah yang dikemas dalam wadah plastik bisa terkontaminasi mikroplastik karena kemasan tersebut selama penyimpanan atau penggunaan. Mikroplastik dari kemasan bisa masuk dan menempel pada rempah atau bumbu, yang kemudian ikut terkonsumsi bersama makanan. Paparan ini berkontribusi pada peningkatan beban mikroplastik dalam tubuh dan berpotensi merusak sistem pencernaan dan metabolisme.

Dampak Kesehatan Paparan Mikroplastik

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Nature Medicine menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya ditemukan dalam darah, tapi juga di organ vital seperti hati, ginjal, dan otak manusia. Mikroplastik dapat menyebabkan peradangan kronis, gangguan hormonal, melemahkan sistem imun, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Baca Juga :  5 Rahasia Menurunkan Kolesterol Setelah Konsumsi Daging Kurban dengan Mudah

Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik di Dapur

  • Gunakan peralatan masak dari bahan stainless steel, kaca, atau keramik daripada yang berlapis teflon atau plastik.
  • Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik; pindahkan makanan ke wadah kaca sebelum dipanaskan.
  • Ganti peralatan makan plastik dengan alat berbahan kayu, bambu, atau stainless steel.
  • Pilih teh daun lepas (loose leaf tea) dan gunakan saringan stainless steel daripada kantong teh plastik.
  • Gunakan rempah dalam kemasan kaca atau segar untuk menghindari kontaminasi mikroplastik dari kemasan plastik.

Melalui kesadaran dan langkah sederhana tersebut, kita bisa meminimalkan paparan mikroplastik dari benda dapur dan melindungi kesehatan keluarga secara lebih efektif.***

Editor : Alysa

Sumber : idntimes.com