Kondisi Kemanusiaan di Gaza Memburuk, Mesir Serukan Kesepakatan Segera

0
Gencatan awal selama 60 hari ini mencakup pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.(Foto : metrotvnews.com)

NARASITODAY.COM,GAZAKelompok Hamas telah menyetujui proposal gencatan senjata terbaru untuk Jalur Gaza yang diajukan oleh mediator Mesir dan Qatar dengan dukungan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh anggota senior Hamas, Bassem Naim, pada Senin (18/8/2025).

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Naim menulis, “Gerakan ini telah menyerahkan tanggapannya, menyetujui proposal baru para mediator. Kami berdoa kepada Tuhan untuk memadamkan api perang ini pada rakyat kami.”

Sumber dari Hamas sebelumnya mengonfirmasi kepada AFP bahwa kelompok tersebut menerima proposal tanpa meminta perubahan. Pemerintah Mesir menyatakan bahwa mereka bersama Qatar telah menyampaikan dokumen tersebut kepada Israel, dan kini menunggu tanggapan dari pihak Israel yang hingga saat ini belum memberikan respons.

Baca Juga :  Pasar Rakyat Tenjo Berbenah, 100 Kios Gratis Disiapkan untuk Pedagang

Sumber Palestina yang mengetahui jalannya perundingan menyebutkan bahwa para mediator kemungkinan akan segera mengumumkan tercapainya kesepakatan dan menetapkan waktu untuk melanjutkan pembicaraan. Menurut sumber tersebut, jaminan telah diberikan untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan serta mendorong solusi jangka panjang.

Media Mesir Al-Qahera melaporkan bahwa isi proposal mencakup gencatan senjata awal selama 60 hari, pembebasan sebagian sandera, pembebasan sejumlah tahanan Palestina, serta akses bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Proposal ini muncul lebih dari seminggu setelah kabinet keamanan Israel menyetujui rencana militer untuk merebut Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi di sekitarnya. Rencana tersebut mendapat kecaman dari komunitas internasional dan memicu penolakan di dalam negeri Israel.

Baca Juga :  Putra Robert Mugabe Didakwa Percobaan Pembunuhan di Johannesburg

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, yang mengunjungi perbatasan Rafah pada hari yang sama, mengatakan bahwa Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani akan datang untuk memperkuat upaya bersama dalam mencapai kesepakatan.

Mengacu pada kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza, di mana lebih dari dua juta penduduk menghadapi ancaman kelaparan, Abdelatty menegaskan pentingnya segera mencapai kesepakatan. “Situasi saat ini di lapangan di luar imajinasi,” ujarnya.

Status Sandera

Dari total 251 sandera yang ditawan dalam serangan Hamas pada Oktober 2023, sebanyak 49 orang masih berada di Gaza, termasuk 27 yang menurut militer Israel telah meninggal dunia.

Sumber dari kelompok Jihad Islam menyatakan bahwa “tawanan yang tersisa akan dibebaskan pada fase kedua,” dan negosiasi untuk penyelesaian menyeluruh akan dilanjutkan. Mereka menambahkan bahwa “semua faksi mendukung” proposal dari Mesir dan Qatar.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Anggota Korpri Kabupaten Bogor Diminta Jaga Netralitas

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel “akan menyetujui kesepakatan di mana semua sandera dibebaskan sekaligus dan sesuai dengan persyaratan kami untuk mengakhiri perang.” Pada Senin, Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia sedang meninjau rencana serangan lanjutan ke Gaza.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menulis di Truth Social bahwa pembebasan sandera hanya akan terjadi jika Hamas “dihadapi dan dihancurkan.” Ia menekankan urgensi tindakan tersebut dengan mengatakan, “Semakin cepat ini terjadi, semakin baik peluang keberhasilannya.”***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com