Aktivitas Ambil Minyak di Sumur Warga Picu Ledakan, Kemen ESDM Soroti Keselamatan

0
ESDM
Ledakan sumur minyak di Blora menewaskan tiga perempuan dan melukai dua lainnya.(Foto : jawapos.com)

NARASITODAY.COM,BLORA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait insiden kebakaran sumur minyak milik warga yang terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ledakan sumur tersebut menewaskan sedikitnya tiga orang, mayoritas merupakan perempuan yang sedang mengambil minyak di sekitar lokasi.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa sumur yang terbakar bukan berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, maupun UMKM.

“Kami mengucapkan prihatin dan berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ledakan tersebut. Ini jadi perhatian kita semua bahwa pentingnya untuk membenahi tata kelola sumur masyarakat dengan baik,” ujar Dwi Anggia dalam keterangannya kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (19/8/2025).

Baca Juga :  9 Pejabat dan Swasta Jadi Tersangka Korupsi Minyak Pertamina, Negara Rugi Rp285 Triliun

Ia menjelaskan bahwa pengeboran sumur minyak telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, termasuk ketentuan keselamatan kerja untuk mencegah kejadian serupa.

“Seperti yang kita tahu, banyak di antara sumur masyarakat yang berjalan belum mengindahkan aspek keselamatan,” katanya.

Dwi menambahkan bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk sumur masyarakat yang sudah ada, bukan untuk pembukaan sumur baru. Pemerintah akan melakukan inventarisasi sumur-sumur tersebut, yang nantinya akan dinaungi oleh satu BUMD, koperasi, atau UMKM, bekerja sama dengan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama).

Baca Juga :  Momentum Baru! Tarif Listrik Tidak Naik di Awal 2026, Pelanggan Non-Subsidi dan Subsidi

BUMD/Koperasi/UMKM ini memiliki tanggung jawab perbaikan tata kelola (termasuk lingkungan dan keselamatan). Selain dengan lebih rapihnya tata kelola sumur, ke depannya negara juga dapat potensi lifting minyak & penerimaan,” jelasnya.

Kementerian ESDM juga menyatakan bahwa penanganan dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan dan menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah provinsi diminta segera menyelesaikan proses inventarisasi sumur masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa ledakan terjadi pada Minggu (17/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, warga tengah melakukan aktivitas pengambilan minyak di sekitar mulut sumur.

Baca Juga :  Inter Milan Tampil Menggila! Tiga Gol ke Gawang Kiper Jepang di Pertandingan Liga Italia

“Itu aktivitas seperti biasa pas ada pengeboran, mungkin dari masyarakat lingkungan yang ada di sekitar lokasi tidak tahu kalau ada gas beracun, karena adanya gas beracun,” ujarnya.

“Jam 11.30 WIB itu sempat meledak, nah itu mengeluarkan percikan api, tapi dengan itu ibu-ibu yang mengambil itu (minyak) tidak sadar kalau itu membahayakan, sampai akhirnya ada ledakan lagi dan mengakibatkan kebakaran ke badan,” tambahnya.

Korban tewas dalam insiden tersebut antara lain Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50). Selain itu, seorang ibu dan anak balitanya mengalami luka bakar serius dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com