Presiden Prabowo Soroti Potensi Logam Tanah Jarang, Dorong Pemanfaatan untuk Industri Strategis

0
Logam Tanah
Ilustrasi Logam Tanah.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia berupa Logam Tanah Jarang (LTJ) dalam Pidato Kenegaraan terkait RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan di hadapan DPR RI, Jumat (15/08/2025). Ia menyebut LTJ sebagai komoditas mineral kritis yang dimiliki secara lengkap oleh Indonesia.

“Alhamdulillah yang Maha Kuasa telah memberi karunia kita, kita memiliki mineral-mineral, yang disebut tanah jarang, rare earth kita punya semua rare earth di dunia kita miliki,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa pengelolaan LTJ harus diarahkan untuk memperkuat industri strategis nasional serta meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Baca Juga :  Tekstil RI Porak-Poranda! 5 Pabrik Tutup, 3.000 Pekerja Kehilangan Masa Depan

Mengacu pada Booklet ESDM Tanah Jarang 2020, LTJ terdiri dari 17 unsur kimia, termasuk 15 unsur dari kelompok Lantanida seperti Lantanum (La), Cerium (Ce), Praseodymium (Pr), Neodymium (Nd), hingga Lutetium (Lu), serta dua unsur tambahan yaitu Scandium (Sc) dan Yttrium (Y).

Logam Tanah Jarang memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri mutakhir, mulai dari elektronik, otomotif, hingga pertahanan.

Industri Elektronik

Berdasarkan Road Map Industri 4.0, LTJ digunakan dalam:

  • Magnet permanen untuk baterai perangkat elektronik portabel
  • Baterai kendaraan listrik dan turbin energi ramah lingkungan
  • Katalis dalam proses penyulingan minyak mentah
  • Pembuatan layar televisi, chip silikon, monitor, lensa kamera, dan LED
  • Lampu CFL, scanner, serta bahan fosfor pewarna
  • Lapisan lensa dan mesin sinar-X portabel
  • Tabung sinar-X, MRI, dan aplikasi terapi kanker
Baca Juga :  Petani Rumahan, Ini 5 Sayuran yang Tahan Hujan dan Mudah Ditumbuhkan

Industri Otomotif

LTJ juga berperan penting dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan:

  • Mendukung mobil listrik dan hibrid
  • Neodymium (Nd) dan Terbium (Tb) digunakan dalam motor listrik generator
  • Lantanum (La), Neodymium (Nd), dan Cerium (Ce) digunakan dalam baterai NiMH untuk mobil hibrid
Baca Juga :  Kelangkaan Bahan Baku Bikin Industri Kondom India Ketar-ketir, Pasokan Global Terancam

Industri Pertahanan

Dalam sektor pertahanan, LTJ dikategorikan sebagai mineral strategis:

  • Terdiri dari 17 unsur termasuk Lantanida, Scandium, dan Yttrium
  • Digunakan sebagai unsur paduan dalam material maju
  • Contoh aplikasi meliputi Terfenol-D (Terbium, Besi, dan Dysprosium) untuk peredam sonar, serta Yttrium Aluminium Garnet (YAG) untuk optik militer seperti teropong bidik senapan malam

Dengan potensi tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan LTJ secara optimal untuk mendukung kemandirian industri nasional dan memperkuat pertahanan negara.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com