NARASITODAY.COM, BOGOR- Program ketahanan pangan di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, membuahkan hasil signifikan.
Melalui pengelolaan budidaya buah pare dan ayam petelur, masyarakat desa berhasil meraup jutaan rupiah dalam sekali panen.
Kepala Desa Cigudeg, Andi Supriadi, mengatakan pemilihan bibit unggul, perawatan rutin, penyemprotan, serta pemupukan berkala menjadi kunci keberhasilan pertanian.
“Buah pare bisa dipanen sampai 20 kali dalam setahun. Dari mulai tanam hingga berbuah hanya butuh waktu 45 hari,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).
Dalam sekali panen, tanaman pare menghasilkan sekitar 600 kilogram. Dengan frekuensi panen setiap 3–4 hari, petani bisa mengantongi keuntungan hingga Rp60 juta selama satu musim tanam.
Selain pare, program ketahanan pangan juga menyasar sektor peternakan ayam petelur. Dari kapasitas kandang 1.500 ekor ayam, produksi telur mencapai 80 kilogram per hari atau bernilai sekitar Rp2 juta.
Andi menuturkan, pengelolaan pertanian pare dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sedangkan peternakan ayam petelur dijalankan oleh kelompok masyarakat.
Lahan yang digunakan mencapai 10.000 meter dari total 35.500 meter persegi yang dimiliki desa.
“Untuk buah pare, sekali panen bisa mencapai Rp3 juta. Sedangkan untuk telur, per hari bisa menghasilkan Rp2 juta,” jelasnya.
Ia berharap program ini dapat terus berjalan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan program ini berjalan baik dan bisa meningkatkan roda perekonomian warga Desa Cigudeg,” tutup Andi.
Editor : Andreas














