NARASITODAY.COM, BOGOR – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor meminta agar penanganan dan pembinaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) difokuskan pada satu dinas.
Hal ini dinilai penting agar target peningkatan daya saing dan naik kelas produk UMKM Kabupaten Bogor bisa tercapai.
Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Shinta Dec Checawati, menilai pembinaan UMKM selama ini kerap tumpang tindih antar dinas.
“Seharusnya pembinaan pelaku UMKM ada di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, bukan disebar di setiap dinas,” kata Shinta kepada Wartawan, Minggu (31/8/2025).
Shinta juga menyoroti soal data pelaku UMKM yang dinilainya tidak pernah valid. Padahal, menurutnya, data akurat sangat penting untuk memudahkan program pembinaan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta.
“Kalau memang kesulitan mendata, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil bisa minta bantuan Badan Pusat Statistik (BPS) yang memang ahli dalam pendataan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kadin sebagai induk organisasi berbagai jenis usaha siap membantu pemerintah dalam pembinaan UMKM hingga mencarikan pasar.
“Kadin memiliki jaringan luas, dari kabupaten, kota, provinsi hingga nasional. Kita juga punya akses ke perusahaan besar yang bisa dijadikan bapak asuh bagi UMKM. Tinggal kesiapan dari dinas saja,” tegas Shinta.***
Editor : Andreas














