Gangguan Internet di Asia Selatan dan Timur Tengah Akibat Kabel Bawah Laut Terputus di Laut Merah

0
internet
Ilustrasi sebuah kabel bawah laut.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM, MUMBAI – Koneksi internet di sejumlah negara, termasuk India dan Pakistan, dilaporkan mengalami gangguan serius menyusul terputusnya kabel fiber optik bawah laut di wilayah Laut Merah. Gangguan ini juga berdampak pada layanan internet di Uni Emirat Arab, khususnya jaringan Etilasat dan Du.

Kelompok pemantau internet global, Netblocks, mengungkapkan bahwa kerusakan kabel tersebut teridentifikasi berada di sekitar kawasan Jeddah, Arab Saudi. Meski penyebab pasti belum diketahui, dampaknya telah dirasakan luas di berbagai negara.

Baca Juga :  Konser Maroon 5 Tangguh di Indonesia Berkat Pembebasan Pajak dan Bea Masuk Melalui ATA Carnet

Microsoft Azure Terpengaruh, Lalu Lintas Dialihkan

Microsoft turut mengonfirmasi dampak dari insiden ini terhadap layanan cloud mereka, Azure. Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (6/9/2025), perusahaan menyebut bahwa pengguna Azure kemungkinan akan mengalami peningkatan latensi, terutama pada jalur lalu lintas yang melewati Timur Tengah.

“Memang, kami mengharapkan latensi yang lebih tinggi pada beberapa lalu lintas yang sebelumnya melewati Timur Tengah. Namun, lalu lintas jaringan yang tidak melewati Timur Tengah tidak terpengaruh,” ujar Microsoft dalam pernyataan yang dikutip oleh Reuters.

Baca Juga :  5 Trik Jitu Agar Kuota Internet Tethering ke Laptop Tetap Awet

Sebagai langkah mitigasi, Microsoft telah mengalihkan lalu lintas data ke jalur alternatif guna meminimalkan gangguan layanan. Azure sendiri merupakan penyedia layanan komputasi awan terbesar kedua di dunia setelah Amazon Web Services (AWS).

Baca Juga :  Tips Mengganti Nama dan Password WiFi Secara Berkala untuk Keamanan yang Lebih Baik

Dampak Regional dan Upaya Pemulihan

Gangguan ini menyoroti pentingnya infrastruktur kabel bawah laut dalam menjaga stabilitas konektivitas global, terutama bagi wilayah yang sangat bergantung pada jalur komunikasi lintas benua.

Hingga kini, belum ada kepastian kapan sistem kabel yang rusak akan diperbaiki sepenuhnya. Pemerintah dan penyedia layanan internet di wilayah terdampak masih memantau situasi dan berupaya mengembalikan layanan ke kondisi normal.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber