Kebakaran Hebat di Bogor Bukan Kecelakaan

0
Ilustrasi kebakaran.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM, BOGOR – Kebakaran hebat melanda sebuah kios pecel lele di kawasan Gunungputri, Kabupaten Bogor, pada Minggu pagi, 7 September 2025. Peristiwa tersebut menewaskan dua orang, yakni seorang nenek berinisial SU (58) dan putranya RA (28).

Proses pemadaman yang berlangsung hampir tiga jam akhirnya mengungkap keberadaan korban yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.

Insiden ini sempat menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga, lantaran cucu korban yang berinisial SA (16) dilaporkan menghilang saat kejadian. SA diketahui tinggal bersama nenek dan pamannya di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Bupati Bogor Dorong Sinergi Perangkat Daerah Untuk Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Transparan

“Didapat keterangan dari saksi-saksi di TKP bahwa di dalam rumah makan tersebut terdapat tiga orang yang tinggal di TKP. Namun untuk yang satu orang yaitu saudara SA, cucu dari korban SU masih ditelusuri keberadaannya,” ujar Kapolsek Gunungputri Kompol Aulia Robby, Minggu (7/9/2025).

Setelah dilakukan pencarian intensif, pihak kepolisian berhasil menemukan SA di wilayah Citeureup. Ia kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  Operasi Pekat Polsek Ciomas Berhasil Amankan Dua Pelaku Pencurian Kendaraan di Bogor

“Alhamdulillah sudah (ketemu),” kata Kompol Aulia Robby. Ia menambahkan, “Ketemunya sudah di wilayah Citeureup kalau nggak salah, sudah nggak di situ (kios) lagi, semalam (ketemunya).”

Penyelidikan lanjutan mengungkap bahwa kebakaran tersebut bukanlah kecelakaan, melainkan tindakan yang disengaja oleh SA. Ia diduga memukul nenek dan pamannya dengan benda tumpul hingga tak sadarkan diri, lalu membakar kios tersebut.

“Sudah (diperiksa), iya (cucunya pelakunya),” ungkap Kompol Aulia Robby, Kamis (11/9/2025). Ia menjelaskan, “Jadi korban itu dipukul menggunakan benda tumpul, jadi pas dibakar itu dalam keadaan sudah tidak sadar.”

Baca Juga :  Pasukan Kuning DLH dan Muspika Dramaga Bersinergi Tertibkan PKL di Desa Ciherang

Motif di balik aksi nekat SA pun terungkap. Ia mengaku sakit hati karena sering dimarahi oleh korban. Dalam aksinya, SA menyiram kios dengan bensin yang diambil dari motornya, lalu menyulut api.

“Sakit hati (motifnya) karena sering dimarahin,” kata Robby. “Pakai bensin (bakarnya) yang diambil dari motornya,” tambahnya.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com