21 September 2025, Ini 5 Fakta Gerhana Matahari Sebagian yang Perlu Diketahui

0
21 September 2025
Ilustrasi Gerhana matahari total.(Foto : Istock)

NARASITODAY.COM – Fenomena gerhana matahari sebagian akan kembali menghiasi langit dunia pada tanggal 21 September 2025. Meski bukan gerhana total, peristiwa ini tetap menjadi daya tarik besar bagi para pengamat langit dan masyarakat umum. Berikut lima fakta penting mengenai gerhana matahari sebagian yang akan terjadi tersebut.

1. Gerhana Dimulai dan Mencapai Puncak Lewat Tengah Malam Waktu Indonesia

Gerhana matahari sebagian ini akan mulai terjadi pada 21 September pukul 17:29 UTC dan mencapai puncaknya pada pukul 19:41 UTC. Jika dikonversi ke waktu Indonesia Barat (WIB), puncaknya terjadi pada dini hari tanggal 22 September sekitar pukul 02:41 WIB.

Baca Juga :  Fenomena Benda Bercahaya di Langit Lampung Bikin Heboh Warga

2. Indonesia Tidak Termasuk Wilayah Pengamat

Sayangnya, gerhana matahari sebagian tahun 2025 ini tidak akan dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Jalur bayangan bulan yang menutupi matahari tidak melintasi Asia Tenggara, sehingga Indonesia berada di luar jalur pengamatan.

3. Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana

Fenomena ini terutama akan terlihat dari wilayah Australia bagian timur, Pulau-Pulau Pasifik, Selandia Baru, dan sebagian Antartika. Selandia Baru menjadi salah satu tempat dengan pemandangan terbaik untuk mengamati gerhana tersebut.

Baca Juga :  Hangat dan Bergizi, Ini Resep Bakso Nori Kids Friendly yang Bisa Siap dalam 15 Menit

4. Gerhana Matahari Sebagian Berbeda dengan Gerhana Total

Gerhana matahari sebagian terjadi ketika bulan menutupi sebagian, tetapi tidak seluruh permukaan matahari. Kondisi ini berbeda dengan gerhana total di mana bulan sepenuhnya menutupi matahari dan langit menjadi gelap.

5. Gerhana Matahari Sebagian Merupakan Fenomena Astronomi yang Langka dan Menarik

Baca Juga :  5 Bukti Hewan Peliharaan Mendorong Perkembangan Kognitif dan Sosial Anak

Meskipun tidak sebesar efek gerhana total, gerhana matahari sebagian tetap menjadi fenomena yang sangat menarik dan berharga untuk diamati, baik secara langsung di lokasi pengamatan maupun melalui siaran langsung yang disediakan lembaga astronomi internasional.

Bagi yang tidak dapat menyaksikannya secara langsung, berbagai lembaga astronomi seperti NASA dan badan antariksa lainnya biasanya menyediakan siaran langsung atau rekaman fenomena ini agar tetap dapat dinikmati oleh masyarakat luas.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber