Proyek RKB SMPN 2 Jasinga Terseret Dugaan Pungli dan Nepotisme

0
Proyek SMPN 2 Jasinga
Papan proyek RKB SMPN 2 Jasinga. Pembangunan tengah berlangsung. Foto (Narasitoday.com).

NARASITODAY.COM, BOGOR- Pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 2 Jasinga, Desa Cikopomayak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. kini bukan hanya soal anggaran ratusan juta, tapi juga menyeret isu praktik kotor yang mencoreng wajah pendidikan dan profesi pers.

Proyek senilai Rp696,5 juta ini resmi dikerjakan oleh CV Srikandi dengan pengawasan PT Graha Tirta Engineering.

Target rampungnya 18 November 2025, dengan tujuan mulia, menambah daya tampung sekaligus meningkatkan kenyamanan belajar ratusan siswa.

Namun, di balik papan proyek yang berdiri gagah, beredar kabar adanya dugaan pungutan liar.

Baca Juga :  Dugaan Pungli Rekrutmen SPPG di Cianjur Mencuat, Warga Ngaku Diminta Rp1 Juta untuk Bisa Bekerja

Ya, seorang oknum warga setempat berinisial A, yang mengaku wartawan, disebut-sebut meminta ‘jatah koordinasi’ sebesar Rp100 ribu untuk tiap media, dengan dalih mewakili 35 media.

Nama inisialnya A, dikasih kebijaksanaan sama mandor sebesar Rp1 juta,” ungkap salah satu pekerja proyek.

Ketika dikonfirmasi, A tidak membantah. Ia berdalih hanya mengajukan tanpa paksaan.

“Itu cuma ajuin ajah pak, kita nggak maksa. Mau berapa-berapa juga nggak ada paksaan,” kata A saat dihubungi Minggu (14/9/2025).

Lebih jauh, A bahkan mengakui menerima uang Rp1 juta dari mandor dan membaginya dengan rekan-rekan seprofesinya.

Baca Juga :  Pertemuan Darurat PBB Tak Membuahkan Resolusi, Ketegangan Venezuela Semakin Memanas

“Kemaren kita dikasih Rp1 juta, alhamdulillah bisa kita bagi-bagi ke rekan-rekan,” bebernya.

Ironisnya, aroma nepotisme juga tercium dari proyek ini. Dimana, hasil penelusuran di lapangan mengungkap bahwa supplier material bangunan seperti pasir dan batu ternyata adalah anak dari tokoh terpandang di desa tersebut dan tinggal di desa yang sama dengan oknum A.

Dengan begitu, proyek pendidikan yang seharusnya menjadi simbol harapan generasi muda, justru dipenuhi noda dugaan pungli dan praktik oknum yang mengatasnamakan pers, hingga dugaan konflik kepentingan di tingkat desa.

Baca Juga :  Banjir Bandang di Jasinga, Lima Jembatan Putus, Warga Terisolasi

Sementara itu, suplayer yang diketahui merupakan anak dari tokoh terpandang di desa tersebut, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya yang mensuplai sejumlah matrial ke proyek tersebut.

“Iyah saya yang ngesub barangnya, pasir batu sama spirit,” ungkap pria yang diketahui berinisial G saat dikonfirmasi.

Kini, publik menunggu langkah tegas Pemkab Bogor, apakah membiarkan praktik seperti ini terus menjadi “tradisi” atau berani membersihkan proyek pendidikan dari tangan-tangan kotor.***

Wartawan : Andreas