NARASITODAY.COM – Industri televisi Amerika tengah diguncang oleh keputusan sepihak Disney yang menghentikan tayangan Jimmy Kimmel Live. Langkah ini memicu kemarahan sejumlah selebriti Hollywood, termasuk para aktor dari waralaba Marvel, yang menyerukan boikot terhadap perusahaan hiburan raksasa tersebut.
Para bintang menyatakan tidak akan terlibat dalam proyek Disney selanjutnya jika Jimmy Kimmel tidak mendapatkan keadilan. Di antara mereka, aktor Mark Ruffalo yang dikenal sebagai pemeran Hulk, turut menyuarakan kritik tajam.
“Saham Disney akan turun lebih jauh lagi jika acaranya dibatalkan. Disney tidak ingin menjadi pihak yang menghancurkan Amerika,” ujar Ruffalo, menyoroti dampak finansial dari keputusan tersebut. Saham Disney dilaporkan mengalami penurunan sebesar 7%, menandakan tekanan serius dari pasar dan publik.
Nasib Jimmy Kimmel Live Masih Belum Jelas
Menanggapi situasi yang memanas, Disney akhirnya membuka ruang negosiasi dengan Jimmy Kimmel. Diskusi antara perwakilan Kimmel dan jajaran eksekutif Disney serta ABC tengah berlangsung, membahas kemungkinan kembalinya acara tersebut ke layar kaca. Namun hingga kini, belum ada kepastian mengenai hasil perundingan.
Jimmy Kimmel sendiri menyadari dampak besar dari penghentian acara terhadap puluhan staf produksi dan vendor di Los Angeles, terutama mereka yang masih berjuang pulih dari dampak pemogokan penulis dan aktor pada 2023.
Selebriti Mundur, Penggemar Tinggalkan Disney+
Aksi protes tidak hanya datang dari kalangan aktor, tetapi juga dari basis penggemar. Pedro Pascal, pemeran utama dalam The Mandalorian, secara terbuka mengecam Disney dan memutuskan mundur dari proyek film mereka. Ia bahkan membawa serta sebagian besar pengikutnya.
Tatiana Maslany, pemeran She-Hulk, juga mengambil sikap tegas dengan mengajak para pengikutnya di media sosial untuk berhenti berlangganan Disney+. Gerakan ini menunjukkan dampak nyata terhadap loyalitas penggemar dan potensi kerugian jangka panjang bagi Disney.
Meski kecil kemungkinan Disney mengalami kebangkrutan total, krisis ini jelas mengancam reputasi dan aset kreatif mereka. Kehilangan dukungan dari para aktor dan penggemar setia bisa menjadi pukulan berat bagi masa depan waralaba dan platform streaming mereka.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














