Turki Desak UEFA dan FIFA Diskors Israel dari Kompetisi Sepak Bola Internasional

0
UEFA
negara anggota UEFA secara terbuka meminta agar Israel dilarang bertanding di semua ajang sepak bola dunia.Foto : tribunnewswiki.com

NARASITODAY.COM – Turki menjadi negara anggota UEFA pertama yang secara terbuka menyerukan agar Israel dikeluarkan dari seluruh ajang sepak bola internasional. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap badan pengatur olahraga global untuk mengambil sikap atas konflik yang berlangsung di Gaza menjelang Piala Dunia 2026.

Presiden Federasi Sepak Bola Turki (TFF), Ibrahim Haciosmanoglu, menyampaikan tuntutan tersebut melalui surat resmi kepada pimpinan FIFA dan UEFA pada Jumat (27/9/2025). “Kini saatnya FIFA dan UEFA bertindak,” tegasnya dalam surat tersebut.

Ia juga menyoroti sikap pasif lembaga olahraga dunia yang menurutnya “terlalu lama diam” meski mengklaim menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian.

Baca Juga :  Trubin Cemerlang, Bayern Munich Gagal Curi Poin dari Benfica

UEFA dikabarkan tengah mempertimbangkan pemungutan suara untuk menentukan nasib Israel di kompetisi sepak bola Eropa. Jika proses tersebut berlangsung, 20 anggota komite eksekutif UEFA diperkirakan akan mengamankan suara mayoritas untuk menskors Israel.

Seruan ini juga memunculkan perdebatan soal standar ganda, mengingat Rusia telah diskors dari FIFA dan UEFA sejak 2022 akibat invasi ke Ukraina, sementara Israel masih aktif berkompetisi.

Desakan terhadap UEFA juga datang dari komunitas atlet global. Sebanyak 48 atlet profesional dari berbagai cabang olahraga menandatangani pernyataan bersama di bawah gerakan Athletes 4 Peace. Mereka meminta UEFA untuk mensuspensi Israel hingga negara tersebut “mematuhi hukum internasional dan mengakhiri pembunuhan warga sipil serta kelaparan massal.”

Baca Juga :  Chelsea Masih Berpeluang Tampil di Liga Champions Musim Depan, Meski Posisinya Tidak Mudah

Beberapa nama besar yang turut menandatangani pernyataan tersebut antara lain gelandang asal Prancis Paul Pogba dan pemain kriket Inggris Moeen Ali. Pernyataan itu juga menyinggung kematian Suleiman al-Obeid, legenda sepak bola Palestina yang dijuluki Pelé Palestina, saat menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza selatan bulan lalu.

Israel telah menjadi anggota penuh UEFA sejak 1994, setelah sebelumnya dikeluarkan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 1970-an akibat tekanan dari negara-negara Arab. Sejak bergabung dengan UEFA, Israel baru satu kali lolos ke Piala Dunia, yakni pada tahun 1970 di Meksiko.

Baca Juga :  Bahrain dan Indonesia Melaju ke Babak Perempatfinal AVC Nations Cup, Siap Bertarung Lebih Keras

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan berupaya keras menggagalkan rencana pelarangan tim nasional Israel tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Kanada, dan Meksiko.

Meskipun UEFA memiliki kewenangan untuk melarang Israel berkompetisi di Eropa, keputusan terkait keikutsertaan dalam kualifikasi Piala Dunia berada di tangan FIFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden AS Donald Trump, diperkirakan tidak akan mendukung langkah suspensi terhadap Israel. Infantino dijadwalkan memimpin rapat Dewan FIFA pada Kamis mendatang di Zurich, Swiss, untuk membahas isu ini.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber