Harimau Malaya Terkapar, Sanksi FIFA Gonjang-ganjing Timnas Malaysia Jelang Piala Asia

0
Malaysia
Tujuh pemain naturalisasi Malaysia dijatuhi sanksi larangan bermain 12 bulan oleh FIFA karena dugaan manipulasi dokumen. Foto : tvonenews.com

NARASITODAY.COM, HONG KONG — Tim nasional Malaysia menghadapi tantangan besar menjelang pertandingan kualifikasi Piala Asia melawan Laos pada Kamis (10/10/2025), setelah tujuh pemain naturalisasi mereka dijatuhi sanksi larangan bermain oleh FIFA karena dugaan pemalsuan dokumen.

Pelatih Peter Cklamovski terpaksa merombak susunan tim secara drastis menyusul keputusan FIFA yang melarang Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel tampil selama 12 bulan. FIFA menyatakan bahwa dokumen naturalisasi ketujuh pemain tersebut telah “dimanipulasi,” memicu krisis serius dalam dunia sepak bola Malaysia.

Padahal, kehadiran para pemain tersebut sebelumnya membawa dampak positif bagi Harimau Malaya, yang mencatat kemenangan atas Nepal dan Vietnam dalam kualifikasi, serta hasil baik dalam laga persahabatan melawan Palestina dan Singapura.

Baca Juga :  Mantan Kapten Liga Voli Korea Tampilkan Senyuman di Tengah Tantangan yang Dihadapi Megawati dan Red Sparks

Malaysia, yang belum pernah lolos ke Piala Dunia maupun menjuarai Piala Asia, belakangan mengadopsi pendekatan serupa dengan Indonesia, yakni merekrut pemain keturunan dari diaspora Eropa, khususnya Belanda.

Strategi tersebut terbukti efektif bagi tim Garuda, yang kini melaju ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia zona Asia dan akan menghadapi Arab Saudi serta Irak di Jeddah. Indonesia memiliki peluang realistis untuk lolos ke Piala Dunia pertama sejak kemerdekaan pada 1951.

Baca Juga :  Lin Jarvis Tinggalkan Posisi, Pramac Diharapkan Bantu Yamaha dalam Pengembangan V4

Persaingan historis antara Malaysia dan Indonesia turut mendorong ambisi Malaysia untuk memperkuat skuad nasional melalui jalur naturalisasi. Inisiatif ini banyak dipelopori oleh Tunku Ismail Idris, Putra Mahkota Johor sekaligus pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT), yang telah menjuarai Liga Super Malaysia selama sepuluh musim berturut-turut.

Beberapa pemain yang terkena sanksi, seperti Figueiredo, Irazabal, dan Hevel, merupakan pemain kunci JDT. Tunku Ismail juga disebut berperan dalam perekrutan Cklamovski dan proses naturalisasi para pemain tersebut.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah mengajukan banding ke FIFA, mengakui adanya “kesalahan teknis” dalam dokumen yang diserahkan. FAM juga mempertimbangkan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Baca Juga :  Polisi Tangkap Mahasiswa Usai Menguntit dan Mengendus Sepatu Korban di Shah Alam

Di sisi lain, Tunku Ismail menuding FIFA menerapkan standar ganda dalam kasus ini. Ia menyebut insiden tersebut sebagai “skandal terbesar di sepak bola Malaysia sejak 1994,” merujuk pada kasus pengaturan skor yang menyebabkan lebih dari 100 pemain diskors.

Situasi bisa semakin rumit karena Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan akan “meninjau secara cermat” kasus ini dan mempertimbangkan pengurangan poin bagi Malaysia dalam kualifikasi Piala Asia.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber