Waspada Bahaya Preeklamsia dan Perdarahan Pasca Melahirkan Lewat Edukasi RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang

0
edukasi
RSUD Leuwiliang ajak masyarakat pahami gejala preeklamsia dan perdarahan pasca melahirkan melalui edukasi bersama dokter muda UPN Veteran Jakarta. Foto : dok. R. Moh. Noh Nur Leuwiliang.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang mengadakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai skrining preeklamsia dan perdarahan pasca melahirkan, Jumat (10/10/2025).

Kepala PKRS RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Amir mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan dokter muda dari Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta.

Edukasi kali ini kami menggandeng Dokter Muda Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta,” ujar Amir.

Baca Juga :  Temukan Ketenangan dengan 5 Makanan Ini untuk Mengurangi Stres

Menurutnya, edukasi bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini preeklamsia dan perdarahan pasca melahirkan guna menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Amir menjelaskan, skrining preeklamsia dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah, tes urin, dan tes darah selama masa kehamilan.

Baca Juga :  RSUD Leuwiliang Berikan Pasien Pemahaman Kebersihan Tangan dan Mengenal IMD

Sementara itu, perdarahan pasca melahirkan atau postpartum dinilai melalui pemantauan jumlah perdarahan, seperti jumlah pembalut yang basah dalam satu jam, serta tanda-tanda infeksi berupa cairan berbau dan demam.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah pusing atau detak jantung yang cepat.

Amir menyebutkan, kombinasi preeklamsia dan perdarahan pasca melahirkan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Hal ini karena preeklamsia dapat menyebabkan rendahnya kadar fibrinogen dalam darah sehingga menyulitkan proses penghentian perdarahan.

Baca Juga :  Terjawab 5 Faktor yang Membentuk Trauma Masa Kecil dan Dampaknya di Masa Depan

“Karena preeklamsia dapat menyebabkan kadar fibrinogen dalam darah rendah, sehingga sulit menghentikan perdarahan,” katanya.

Amir berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kehamilan dan persalinan yang aman.***

Editor : Alysa