Kepala Staf Houthi Tewas, Ketegangan dengan Israel Kembali Memanas

0
Houthi
Perdana Menteri Houthi Yaman, Ahmad Ghaleb al-Rahwi. (Foto: Instagram @rosedinar.id)

NARASITODAY.COM, SANAA – Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan bahwa salah satu tokoh militer paling senior mereka, Muhammad Abd al-Karim al-Ghamari, meninggal dunia saat menjalankan tugas pada Kamis (16/10/2025). Kematian al-Ghamari memicu kembali ketegangan dengan Israel di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh di Gaza.

Dalam pernyataan resminya, Houthi tidak secara eksplisit menyalahkan Israel atas insiden tersebut, namun menyampaikan bahwa “konflik dengan Israel belum berakhir.” Kelompok itu juga mengancam akan melakukan pembalasan. “Israel akan menerima hukuman pencegahan atas kejahatan yang telah dilakukannya,” bunyi pernyataan yang disiarkan melalui media mereka, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Terjang Desa Cimayang, Puluhan Rumah Rusak dan Telan Dua Orang Korban Jiwa

Al-Ghamari tewas dua bulan setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Sanaa, ibu kota Yaman, yang menargetkan jajaran elit militer Houthi. Dalam serangan pada Agustus tersebut, Israel menyatakan telah membidik kepala staf, menteri pertahanan, dan sejumlah pejabat senior Houthi, meski hasil serangan masih dalam proses verifikasi.

Serangan itu juga menewaskan Perdana Menteri Houthi dan beberapa menteri lainnya, memberikan pukulan besar terhadap struktur kepemimpinan kelompok yang selama ini berkonflik dengan koalisi pimpinan Arab Saudi dan belakangan memperluas konfrontasi terhadap Israel.

Baca Juga :  Penemuan Mayat di Saluran Air TPST Bantargebang, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan

Al-Ghamari dikenal sebagai figur penting dalam “Kantor Jihad” Houthi, sebuah badan strategis yang berada di bawah komando langsung pemimpin tertinggi kelompok, Abdul Malik al-Houthi, dan bertanggung jawab atas koordinasi operasi militer.

Pemerintah Israel kemudian mengonfirmasi keterlibatan mereka dalam serangan terhadap al-Ghamari. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan pada Kamis bahwa “Ghamari diserang dalam sebuah serangan Israel.” Ia menambahkan, “Kami akan melakukan hal yang sama terhadap setiap ancaman di masa depan.”

Ketegangan antara Houthi dan Israel meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menyusul serangan rudal dan drone yang diluncurkan Houthi ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Baca Juga :  Greta Thunberg dan Tokoh Dunia Ditahan Israel Saat Misi Bantuan ke Gaza

Sebagian besar serangan tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, namun Tel Aviv tetap melancarkan serangan balasan ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Pemimpin tertinggi Houthi, Abdul Malik al-Houthi, pekan lalu menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau pelaksanaan gencatan senjata di Gaza. “Jika Israel gagal mematuhi perjanjian gencatan senjata, kami akan kembali memberikan dukungan penuh bagi Gaza,” tegasnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com