Kesurupan Massal Terjadi di Pabrik Konveksi Cibungbulang, Diduga Dipicu Pohon Tumbang

0
Kesurupan masal
Tangkapan layar vidio beredar di perpesanan WhatsApp. Foto (Andres/ Narasitoday.com)

NARASITODAY.COM, BOGOR- Puluhan pekerja di sebuah pabrik konveksi di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mengalami kesurupan massal pada Kamis malam, 16 Oktober 2025.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu membuat suasana di area pabrik sempat mencekam.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah pekerja berteriak histeris, menangis, dan tertawa menyerupai suara kuntilanak. Warga sekitar yang mencoba membantu pun sempat kewalahan menghadapi kondisi tersebut.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Intruksikan PUPR Segera Perbaiki Jalan Tegar Beriman Tindaklanjuti Aduan Masyarakat

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Heri Hermawan, membenarkan kejadian itu.

Ia mengatakan, pihaknya sudah menurunkan anggota ke lokasi untuk memastikan kondisi para pekerja.

“Benar, semalam ada kejadian kesurupan massal di salah satu pabrik konveksi di Desa Cemplang. Namun pagi tadi sudah diselesaikan oleh pihak pabrik,” ujar Heri kepada wartawan, Jumat (17/10).

Menurut informasi yang diterima kepolisian, peristiwa kesurupan itu diduga terjadi setelah tumbangnya sebuah pohon besar di dekat area pabrik akibat hujan deras dan angin kencang.

Baca Juga :  Memperingati Kemerdekaan, Berikut Sinergi Tim PPK Ormawa Himaska dan Desa Kalong Liud Dalam Memeriahkan Acara HUT RI Ke- 79

“Sebelumnya terjadi hujan dan angin puting beliung. Pohon besar di dekat pabrik tumbang menimpa sebagian bangunan. Setelah itu, kejadian kesurupan massal mulai terjadi,” jelasnya.

Meski demikian, Heri mengaku belum bisa memastikan jumlah pasti pekerja yang mengalami kesurupan.

“Itu semua pegawai pabrik, tapi jumlah pastinya tidak diketahui. Yang jelas, sekarang sudah ditangani,” ujarnya.

Pihak pabrik, kata Heri, memilih menangani peristiwa itu secara internal tanpa melibatkan pihak kepolisian maupun warga sekitar.

Baca Juga :  Mantan Menteri Ekonomi Kuba Alejandro Gil Dituduh Terlibat Skandal Korupsi Besar

“Kami sempat menawarkan bantuan, tapi pihak pabrik mengatakan sudah ditangani dengan bantuan ajengan. Mereka juga tidak membuka komunikasi dengan lingkungan sekitar, termasuk Muspika, Koramil, dan Polsek,” ungkapnya.

Heri menambahkan, insiden serupa ternyata bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut.

“Menurut warga, kejadian kesurupan massal di pabrik itu sudah beberapa kali terjadi karena banyak pohon besar di sekitar area pabrik,” tutupnya.***

 

Editor : Andreas