Waspadai Campak, Penyakit Menular yang Masih Jadi Ancaman Kesehatan

0
ilustrasi campak (foto: Hermina Hospitals)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Campak atau measles kembali menjadi perhatian di dunia kesehatan karena sifatnya yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari keluarga Paramyxoviridae, tepatnya genus Morbillivirus, dan bisa menyebar hanya lewat udara atau percikan air liur dari penderita. Meski sering dianggap penyakit anak-anak, campak sebenarnya dapat menyerang siapa saja yang belum memiliki kekebalan tubuh atau belum mendapat imunisasi lengkap.

Mengenal Campak dan Gejalanya

Campak biasanya mulai menyerang saluran pernapasan, kemudian menimbulkan gejala menyeluruh pada tubuh. Dalam 7–14 hari setelah terpapar, gejala awal yang muncul mirip flu — seperti demam tinggi, batuk kering, pilek, sakit tenggorokan, serta mata merah dan berair. Bercak putih kecil di dalam mulut, atau yang dikenal sebagai bintik Koplik, juga sering muncul sebagai tanda khas.

Baca Juga :  5 Khasiat Luar Biasa Minyak Zaitun untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Keseluruhan

Beberapa hari kemudian, ruam merah akan muncul di wajah dan leher sebelum akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini bisa bertahan hingga seminggu, dan suhu tubuh penderita dapat mencapai 39–40°C.

Bagaimana Campak Menular?

Virus campak termasuk salah satu yang paling mudah menular. Penularan bisa terjadi melalui udara, percikan liur saat batuk atau bersin, hingga benda-benda yang terkontaminasi seperti sendok, gagang pintu, atau mainan anak. Di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk, virus ini bahkan dapat bertahan hingga dua jam.

Penderita bisa menularkan penyakit sejak gejala awal muncul hingga empat hari setelah ruam timbul. Karena itu, penting untuk segera melakukan isolasi dan memakai masker bila terinfeksi.

Baca Juga :  Kecerdasan Otak Meningkat dengan 5 Olahraga Ini, Ternyata Tidak Hanya Jaga Kondisi Fisik

Hal yang Perlu Dihindari Saat Terkena Campak

Selama masa sakit, penderita disarankan untuk tidak berbagi peralatan makan, minum, atau barang pribadi agar tidak menulari orang lain. Hindari pula kontak dekat dengan bayi, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Jika demam tinggi, sesak napas, atau kejang terjadi, segera cari bantuan medis karena bisa menandakan komplikasi serius.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Pencegahan utama campak adalah imunisasi. Vaksin campak biasanya diberikan pertama kali pada usia 9 bulan, diulang pada 12–18 bulan, dan kembali diberikan saat anak berusia 5–7 tahun. Bagi orang dewasa yang belum pernah divaksin, imunisasi tetap bisa dilakukan dengan dua dosis vaksin yang diberikan selang 28 hari.

Baca Juga :  5 Risiko Kesehatan yang Sering Mengancam Pendaki Gunung, Kenali Gejalanya

Selain imunisasi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga penting. Biasakan mencuci tangan, menggunakan masker di tempat ramai, serta membersihkan barang yang sering disentuh dengan disinfektan.

Kewaspadaan Masih Diperlukan

Campak memang bisa sembuh dengan perawatan yang tepat, tetapi bila diabaikan dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, radang otak, hingga kebutaan. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter bila muncul gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam pada kulit.

Menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih, dan memastikan imunisasi lengkap menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran campak — bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita. (MG3)

Editor : Mutiara

Sumber : biofarma