Dede Sunandar Ungkap Cara Kerja “Busuk” di Balik Layar Hiburan Off Air

0
Dede Sunandar
Komedian Dede Sunandar. Foto : liputan6.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Komedian Dede Sunandar membagikan pengalaman pahit saat menerima tawaran kerja off air di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Juli 2025. Meski telah menjalankan tugas secara profesional, Dede mengaku tidak mendapatkan haknya secara penuh, baik dari segi honor maupun fasilitas transportasi.

Dalam penuturannya di studio FYP Trans7, Dede menyebut bahwa ia telah menerima uang muka (DP) sebesar Rp 5 juta dari total bujet Rp 15 juta. Ia juga meminta tiket pulang-pergi Jakarta–Pangkal Pinang, namun hanya tiket keberangkatan yang diberikan.

“Bujetnya Rp 15 juta, DP Rp 5 juta, berangkat ke sana, tiket diurusin sama mereka. Dede minta tiket pulang-pergi akhirnya tiket perginya doang, pulangnya belum (saat tiba di Pangkal Pinang),” ungkapnya.

Baca Juga :  Adhisty Zara Bagikan Momen Pernikahan dengan Tsaqib, Diduga Hamil Tua

Meski merasa tidak sepenuhnya difasilitasi, Dede tetap berangkat karena sudah menerima DP. Namun, sesampainya di lokasi, ia merasa kurang dihargai. Ia bahkan diminta membantu menjual tiket acara saat diajak ke sebuah kedai kopi malam harinya.

“Jadi sampai sana, Dede sudah sampai hotel, malamnya dibawa ke tempat kopi. ‘De bantuin jualin tiket’. Ngapain jual tiket? ‘Jual tiket buat acara besok’. Jual tiketlah,” katanya.

Setelah acara selesai, Dede menagih pelunasan honor dan tiket pulang karena harus segera kembali ke Jakarta untuk menghadiri empat acara lainnya. “Mau pulang (ke Jakarta) Dede nagih dong, ‘Bang saya mau pulang’. Katanya, ‘De sabar ya’. Padahal di Jakarta itu ada empat acara,” curhatnya.

Baca Juga :  Warlok Korea Lagi Ketagihan, Ini 3 Drakor Paling Populer Saat Ini

Namun, tiket pulang belum juga diberikan dan pelunasan Rp 10 juta belum dibayarkan. “Mau pulang sampai sana belum dibeliin tiket. Pelunasan yang Rp 10 juta juga belum ada. Dede minta, ya udah Dede minta tiket pulang aja. Kata dia, ‘Sabar dulu De, saya juga kena tipu’, kata dia gitu. Ya saya gak mau tahu,” tegas Dede.

Baca Juga :  Dampak Kasus Hukum P Diddy terhadap Karier dan Kehidupan Pribadinya

Setelah menunggu dua hingga tiga hari, barulah tiket pulang diberikan. Dede mengungkapkan bahwa akibat keterlambatan tersebut, ia kehilangan potensi pendapatan dari empat acara di Jakarta yang masing-masing bernilai Rp 5 juta.

“Padahal Dede ada acara di Jakarta, hitungan empat kan satu episode dapat Rp 5 juta, jadilah (harusnya Dede mendapat) Rp 30 juta (empat pekerjaan Rp 5 juta per pekerjaan plus Rp 10 juta pelunasan). Eh Dede malah mau disomasi sama dia,” tuturnya.

Kisah ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan kejelasan kontrak dalam dunia hiburan, agar hak-hak pekerja seni dapat dihormati dan dipenuhi.***

Editor : Alysa

Sumber : detik.com