Evaluasi Setahun Prabowo-Gibran, MTI Sebut Transportasi Belum Menjawab Kebutuhan Publik

0
evaluasi
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.Foto : tvrijakartanews.com

NARASITODAY.COM, BOGOR – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia satu tahun, Senin (20/10/2025). Sejumlah lembaga survei merilis hasil evaluasi publik terhadap kinerja pemerintahan selama setahun terakhir, termasuk kritik dari kalangan akademisi dan pemerhati transportasi.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno menilai kebijakan transportasi di era Prabowo-Gibran masih belum tepat sasaran dan kurang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Tak Ada Tempat bagi Pengusaha Serakah

“Insentif transportasi tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata itu juga menyoroti berkurangnya perhatian pemerintah terhadap pembenahan transportasi umum, termasuk pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan, daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan daerah perbatasan.

Baca Juga :  Pasar Saham Terguncang, Presiden Prabowo Resmikan Kebijakan Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN

Djoko menyebut, daerah penghasil mineral dibiarkan hasil buminya dikeruk, sementara kesejahteraan rakyat terabaikan.

“Minimal mereka disediakan layanan transportasi umum untuk aktivitas keseharian,” tuturnya.

Perhatian terhadap transportasi perairan dinilai masih minim. Menurut Djoko, sektor sungai, danau, dan penyeberangan belum mendapat alokasi anggaran memadai. Keselamatan transportasi juga masih menjadi persoalan serius. Hingga kini, angka kecelakaan transportasi masih tinggi, terutama di kelompok usia produktif.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tak Tinggal di Papua, Tapi Tetap Kawal Pembangunan dari Jakarta

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Prabowo-Gibran, Djoko berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap sektor transportasi publik dan keselamatan pengguna jalan. Pembangunan, katanya, tidak hanya berfokus pada fisik infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.***

Editor : Alysa

Wartawan : Amelia Azizah

Sumber : Timetoday.id