NARASITODAY.COM, BOGOR- Sebuah pondok pesantren (ponpes) di Kampung Blok Paris, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, ludes terbakar pada Senin (20/10/2025). Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Nurodin Jaro Peloy, menyampaikan keprihatinannya dan mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberikan bantuan darurat.
“Saya turut prihatin dan menyampaikan Innalillahi wainailaihi rojiun,” ujar Nurodin Jaro Peloy dari fraksi PKB, saat dihubungi. Selasa (21/10/2025).
Pria yang akrab disapa Jaro Peloy itu menekankan pentingnya Pemda memberikan Bantuan/Biaya Tak Terduga (BTT) untuk meringankan beban ponpes yang tertimpa musibah.
“Seharusnya ada Bantuan/Biaya Tak Terduga (BTT) dari pemerintah Daerah terkait kejadian musibah yang menimpa Pondok Pesantren Darul Ibtida Parakanmuncang,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dukungan terhadap ponpes sejalan dengan Perda Fasilitasi Pondok Pesantren No. 08 Tahun 2023, yang memungkinkan Pemda memberikan dukungan terhadap Fasilitasi Pendidikan, Fasilitasi Dakwah & Fasilitasi pemberdayaan pondok pesantren.
“Jadi syukur2 kedepan dapat anggaran khusus pembangunan kembali, minimal dalam kondisi darurat ada BTT agar kegiatan belajar mengajar (Mengaji) di Pondok Pesantren tersebut dapat terus berjalan seperti biasanya,” katanya.
Sebelumnya, bangunan Pondok Pesantren Darul Iptida yang terbuat dari material kayu dan bambu hangus terbakar.
Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin, menjelaskan bahwa api dengan cepat membesar dan melalap bangunan tersebut.
“Bangunan yang terbakar itu yang biasa digunakan santri atau yang biasa disebut kobong,” kata Mauludin kepada wartawan, Senin (20/10/2025).
Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Santri dan masyarakat setempat berupaya memadamkan api sebelum bantuan dari Satpol PP, Babinsa, dan kepolisian tiba di lokasi.
Mauludin menambahkan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pihaknya berupaya melakukan penanganan perbaikan ponpes yang terbakar dan menaksir kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
“Sekarang ini bagaimana caranya agar fasilitas keagamaan pondok bisa dibangun lagi. Termasuk akan mengajukan bantuan perbaikan ke PT Antam. Dari musibah kebakaran yang menimpa pondok pesantren, kami akan mengajukan bantuan ke PT Antam,” jelasnya.***
Wartawan : Andreas














