NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bekam atau cupping therapy merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, terutama di Timur Tengah dan Tiongkok. Terapi ini kini kembali populer karena diyakini mampu membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan secara alami.
Secara umum, bekam dilakukan dengan menggunakan cangkir khusus yang ditempelkan pada permukaan kulit. Cangkir tersebut menciptakan tekanan atau hisapan yang menarik kulit dan darah ke permukaan, dengan tujuan membantu mengeluarkan racun dan meningkatkan sirkulasi darah.
Berikut lima manfaat bekam yang patut kamu ketahui:
1. Melancarkan Aliran Darah
Salah satu manfaat utama bekam adalah membantu meningkatkan sirkulasi darah. Tekanan yang dihasilkan dari proses ini mampu memperlancar aliran darah di area tertentu, mengurangi peradangan, serta melonggarkan jaringan di bawah kulit. Hasilnya, tubuh terasa lebih segar dan rileks setelah terapi.
2. Menjaga Kesehatan Kulit
Selain memperlancar peredaran darah, bekam juga dipercaya dapat menjaga sifat biomekanik kulit, yaitu kemampuan kulit untuk melindungi diri dari infeksi virus dan bakteri. Efeknya, kulit menjadi lebih sehat dan tanda-tanda penuaan dini bisa berkurang.
3. Menurunkan Risiko Asam Urat
Meskipun masih perlu penelitian lebih lanjut, beberapa ahli menyebut bahwa bekam dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Namun, terapi ini sebaiknya tetap dilakukan bersamaan dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif agar hasilnya lebih maksimal.
4. Meredakan Sakit Kepala dan Migrain
Sakit kepala kronis dan migrain bisa sangat mengganggu aktivitas. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biomedical Research and Therapy (2019) menemukan bahwa pasien yang rutin menjalani terapi bekam mengalami penurunan intensitas dan frekuensi sakit kepala yang signifikan dibanding mereka yang tidak menjalani terapi.
5. Meningkatkan Toleransi Terhadap Nyeri
Bekam juga dikenal mampu meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa nyeri. Efek hisapan yang merangsang sirkulasi darah membantu mengendurkan otot yang tegang dan mempercepat proses pemulihan. Itulah sebabnya terapi ini sering digunakan untuk membantu mengatasi nyeri otot, sendi, hingga pegal-pegal setelah beraktivitas berat.
Selain manfaat di atas, bekam juga sering digunakan sebagai terapi pendukung untuk berbagai kondisi kesehatan seperti hipertensi, varises, rematik, masalah kesuburan, hingga gangguan pencernaan.
Namun, penting diingat bahwa bekam tetap harus dilakukan oleh terapis profesional dengan peralatan yang bersih dan steril untuk menghindari risiko infeksi. Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani terapi ini. (MG3)
Bekam bukan sekadar tren pengobatan tradisional, tapi juga bentuk perawatan alami yang bisa membantu tubuh lebih rileks dan sehat bila dilakukan dengan cara yang tepat.
Editor : Mutiara
Sumber : biofarma














